TULIS ARTIKELSalurkan Hobi Anda !!! Menulis Artikel Gratis Di Ranah Pendidikan

APAKAH BAYI SUDAH BISA BERTEMAN?

 APAKAH BAYI SUDAH BISA BERTEMANBanyak bayi yang sulit dipisahkan dari Ayah-Bundanya. Bayi akan menangis apabila berada jauh atau tidak melihat Ayah-Bunda. Bayi juga sering menangis apabila bertemu dengan orang yang tidak dikenalinya, seperti tamu-tamu yang datang berkunjung.

Apakah bayi bisa berteman?

Sebenarnya bayi senang untuk berinteraksi dengan orang lain meskipun ia belum bia berbicara dan banyak menangis. Bayi memamng membutuhkan waktu untuk dapat mulai mengenali dan terbuka kepada orang lain selain kapada Ayah-Bundanya sendiri.

Ada sejumlah tahapan yang dilalui bayi saat mereka belajar untuk beteman:

  1. Di masa awal kelahiran, bayi belajar untuk membedakan wajah Ayah-Bundanya terlebih dahulu. A belajar mengenali ciri wajah Ayah-Bunda melalui indranya, mulai dari mengenali suara Ayah-Bunda, wajah, dan aroma tuuh.
  2. Meskipun terlihat diam saja, sebenarnya bayi memperhatikan ekspresi wajah Ayah-Bundanya. Ia tahu ekspresi wajah bahagia berbeda dai wajah bahagia berbeda dari wajah sedih atau marah. Hanya saja, bayi belum mampu menirukan ekspresi tersebut.
  3. Saat bayi mulai menginjak usia 5 bulan, bayi kemudian mulai belajar untuk membedakan wajah Ayah-Bundanya dan wajah orang lain. Ia juga mulai sering menirukan ekspresi wajah yang sudah lebih dulu ia perhatikan.
  4. Bayi dengan usia menjelang 1 tahun mulai belajar untuk menirukan tingkah laku Ayah-Bundanya yang sederhana, misalnya melambaikan tangan, dan meniup lilin.
BACA JUGA  KEMAMPUAN BAYI DALAM BERKOMUNIKASI

Apa yang sebaiknya Ayah-Bunda lakukan?

Ayah Bunda dapat mendukung perkembangan kemampuan berteman ananda melalui beberapa kegiatan dibawah ini :

  1. Untuk membantu ananda merasa akrab dengan suara, banyaklah bicara kepada ananda. Ayah-Bunda dapat ecara bergantian meluangkan waktu untuk bercakap-cakap dengan ananda samabil menggendong atau bermain bersamanya.
  2. Agar ananda merasa aman ketika bertemu dengan banyak orang asing, selalu jaga ananda dalam jagakauan pandangan. Ayah_bunda perlu berada di sekitar ananda sehingga dapat ia lihat. Sebaliknya, jangan terlalu membatasai gerak ananda dengan terus menggendongnya.
  3. Untuk memupuk minat ananda dalam bermain yang sudah mulai besar dapat dierikan kesemppatan untuk bermain dengan bayi-bayi lain seuianya. Ayah dapat mengajak bayi untuk berjalan-jalan di sekitar rumah, begitu pun Bunda. Di akhir pekan, Ayah-Bunda bisa mengajak bayi untuk bermain ke taman.

Hal penting untuk diperhatikan

Mengingat bayi masih sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan namun memiliki kebutuhan untuk menelajah lngkungan rumah, maka Ayah-Bunda harus memperhatikan hal-hal berikutini :

  1. Hati-hati saat menggendong bayi, hindari mengangkat tinggi-tinggi supaya kepala bayi tidak terguncang. Guncangan pada tempurung kapala bayi yang belum tumbuh sempurna dapat berkaibat fatal pada kesehatannya.
  2. Perbanyak melakukan kegiatan permainanan agar bayi senang mmenjelahajah lingkungan sekitarnya. Sediakan mainan yang sesuai dengan perkembangan bayi, misalnya: ragam mainan bersuara, serta mainan dengan aneka bentuk dan warna yang akan menaik bayi. Mainan bisa dibuat sendiri, misalnya dibuat dari kardus atau koran bekas.
  3. Cek bendabenda berbahaya yang ada disekitar ruang bermain dan dapur seperti benda tajam, benda yang mengeluarkan api, benda dengan aliran listrik, benda berukuran kecil yang bisa tertelan, dan benda berbahan kimiawi.
  4. Pastikan area kamar mandi tidak licin. Selain benda berbahan kimiawi, cek kembali kondisi ember dan tempat penampungan air lainnya agar tidak dapat diajangkau oleh bayi.
  5. Bersihkan kondisisi halaman rumah dari berbagai benda tajam dan berbahaya. Jangan biarkan anak Ayah-Bunda bermainan di Luar rumah tanpa pengawasan.
  6. Bayi yang lebih banyak bermain dan menjelajah lingkungannya akan memebutuhkan waktu lebih banyak untuk istirahat. Pastikan bayi beristirahat cukup agar tidak rewel. Sebaliknya, izinkan jjuga bayi untuk banyak bermain agar ia melakukan kegiatan agar tidak mudah menangis jika terbangun.
  7. Pastikan bayi memperoleh asupan gizi yang cukup agar memiliki energi yang diperlukan untuk bermain dan menjelajah lingkungannya sesuai tahapan usianya. Ay usia 0—6 bulan masih iberi SI saja. Berikan ASI yang pertama keluar dan bewarna kunjungan (kolostrum). Usui setiap bayi menginginkan, paling sedikit 8 kali sehari. Mulai 6 bulan, bayi mendapat makanan pendamping ASI (MPASI). Usia 6—7 bulan, MPASI berupa serelia, yaki bubur yang dicampuri ASI saja. Bubur hanya dibuat dari satu jenis serelia, misalnya bubur beras putih, bubur beras merah, atau bubur sagu. Ini dilakukan supaya bayi biasa membedakan setiap rasa. Sementara itu, usia 8 bulan ke atas, bayi sudah bisa makan bubur dengan lauk dan sayuran. Mulai usia 9 bulan, bayi sudah dapat makan makanan agak padat seperti nasi tim.
  8. Jangan membiarkan bayi hanya diasuh oleh salah satu orang tua. Mengingat masa bayi merupakan masa perkembangan yang sangat penting, pehatian dan kerjasam dari Ayah dan Bunda sangat diperlukan untuk bayi tumbuh dengan sehat dan baik.

Referensi :

Rose, M.A. Salim, dkk. 2018. Pengasuhan Anak Usia 0-12 Bulan. Jakarta : Kementerian Pendidikan & Kebudayaan

Silahkan Berikan Komentar Anda