TULIS ARTIKELSalurkan Hobi Anda !!! Menulis Artikel Gratis Di Ranah Pendidikan

BAHASA VERBAL WANITA

BAHASA VERBAL WANITAHalo sahabat ranah, dalam kehidupan sehari-hari kita memerlukan komunikasi dengan orang lain karena kita adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan antara satu sama lain.

 

 

Ada dua bahasa dalam berkomunikasi, yakni bahasa verbal dan non verbal. Kali ini kita akan membahas bahasa verbal wanita, kenapa wanita? Karena wanita adalah makhluk yang unik dan banyak hal menarik darinya untuk dikaji serta dipelajari. Apalagi seorang wanita lebih sering mengutamakan perasaannya, berbeda dengan laki-laki yang lebih mengedepankan logikanya.

Hasil pengamatan sepintas mengenai sosialisasi wanta di tengah masyarakat telah menghasilkan berbagai pandangan tentang perilaku komunikasi mereka.

Misalnya wanita berbicara lebih sopan daripada pria, pembicaraan mereka tidak tegas, lebih sering bergosip daripada pria, bertele-tele, lebih emosional dan lebih terperinci.

Hasil instropeksi dan observasi Robin Lakoff (1975 dalam Sihabudin, 2013) bahwa wanita memiliki bahasa tersendiri dengan ciri-ciri :

a. Kosakata khusus yang berkaitan dengan minat mereka

Misalnya : Wanita lebih mengenal banyak warna daripada pria, seperti divine, magenta, puce, mauve, ecru.

b. Kata-kata sifat yang hambar (empty adjectives),

Seperti charming, cute, sweet, lovely.

c. Kalimat-kalimat dengan menggunakan ekor tanya (tag question)

Seperti “Sarah is here, isn’t she?” alih-alih “Is Sarah here?”

BACA JUGA  HUBUNGAN SIKAP DAN PERILAKU

d. Kata-kata penguat

Misalnya : Jadi, Sangat.

e. Berbagai kata atau frase yang melemahkan

f. Tata bahasa dan ucapan yang hiperkorek (resmi)

g. Frase-frase yang sangat sopan

h. Kutipan langsung, alih-alih para frase sendiri.

i. Intonasi pertanyaan dalam konteks deklaratis,

Misalnya sebagai jawaban atas pertanyaan “Kapan kita bisa makan malam?” adalah “Sekitar Jam 6.00?” Seolah-olah mencari persetujuan dan bertanya apakah waktu tersebut sesuai.

j. Kurang rasa humor.

Wanita dianggap kurang pandai melucu dan sering tidak paham arti lelucon yang disampaikan pria.

BACA JUGA  PENGERTIAN HARGA DIRI (Self Esteem)

Penelitian membenarkan adanya beberapa aspek bahasa wanita. Julie McMillan et.al (1977 dalam Sihabudin, 2013) meneliti berbagai kelompok orang masing-masing terdiri dari lima hingga tujuh orang. Ternyata, semua kelompok wanita menggunakan kata-kata penguat enam kali lebih banyak daripada pria.

Pada kelompok campuran, wanita menggunakan kata-kata penguat lima kali lebih banyak daripada pria, tetapi lebih sedikit menggunakannya dibandingkan jika mereka berada dalam kelompok yang semuanya wanita.

Baiklah sahabat ranah, dari ciri-ciri diatas sahabat termasuk yang mana? Atau untuk yang laki-laki dapat mengamati seorang wanita yang ada disekitarnya. Bisa saja teman dekat, pacar atau istrinya. Kemudia dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri diatas juga terdapat pada dirinya atau tidak.

 

Referensi :

Sihabudin, Ahmad. 2013. Komunikasi Antar Budaya (Satu Perspektif Multidimensi). Jakarta : PT. Bumi Aksara

Silahkan Berikan Komentar Anda