TULIS ARTIKELSalurkan Hobi Anda !!! Menulis Artikel Gratis Di Ranah Pendidikan

BRAILLE READING

braille readingHalo Sahabat Ranah,

Kali ini kita akan membahas tentang BRAILLE READING, ok langsung simak saja keterangan dibawah ini.

Semua para ahli sepakat bahwa anak awas maupun tunanetra membutuhkan pengalaman dalam kesiapan membaca.

Keterampilan prerequisite yang esensial dan sesuai dengan perkembangannya dalam mental, physical, linguistik, auditory, sosial dan emosional sangat perlu dikuasai sebelum anak diajarkan membaca.

Kekayaan Pengalaman yang luas dan bervariasi membantu tunanetra mengembangkan konsep. Tunanetra yang terbatas pengalamannya akan miskin konsep dan selanjutnya akan mengurangi kemampuannya berinteraksi dengan lingkungan. Kemampuan Penglihatan dalam mempelajari suatu objek tidak dapat dikompensasi sepenuhnya oleh indra lainnya, karena itu perlunya pengalaman secara langsung.

Keterbatasan dalam variasi pengalaman dan terhambatnya interaksi merupakan milik tunanetra.
Pengalaman dalam menyentuh, meraba dan kinestetiknya banyak dipengaruhi melalui pengalaman .

Pengalaman yang hilang karena hilangnya dan terhambatnya penglihatan, tidak dapat dikompensasi oleh saluran indra yang lain.

APA YANG HARUS DILAKUKAN GURU DAN ORANG TUA

  1. Seawal mungkin harus disiapkan dan diberikan pengalaman yang banyak dan seluas mungkin serta bervariasi.
  2. Biarkan dan ijinkan anak dengan seluas-luasnya untuk mempelajari konsep secara insidentil sejak kecil.
  3. Field trips merupakan kegiatan yang baik untuk menghubungkan apa yang mereka dengar secara verbal dengan kenyataan yang akhirnya menjadi kekayaan konsep anak tunanetra.
BACA JUGA  KONSEP PERKALIAN ABK

Keterampilan Lain Yang Dibutuhkan Mengawali KESIAPAN MEMBACA BRAILLE

Anak Membutuhkan Praktek keterampilan sampai trampil.
Mengembangkan keterampilan :

  1. Membedakan secara taktual.
  2. Finger dexterity.
  3. Gerakan jari dan tangan.
  4. Menyentuh dan meraba dengan jari secara ringan.
  5. Konsep buku dan posisi halamannya.
  6. Pemutar kertas dan halaman.

Berikut Langkah-Langkah Keterampilan Kesiapan Membaca Braille.
a). Membedakan Secara Taktual.

  • Berian berbagai bentuk geometris 3 dimensi dan fokuskan ke bentuk geometris yang mirip dengan titik-titik braille, seperti bermacam segitiga, segi empat dan lain-lain

braille reading

  • Berikan bentuk dua dimensi yang mengarah ke posisi titik braille.

braille reading

 

b). Finger Dexterity / Kemahiran Jari-Jari

c). Mampu memebedakan permukaan dengan jarinya.

d). Mampu melakukan keterampilan motorik halus yang menjadi sarat untuk membaca braille.

e). Mampu memahami konsep posisi yang dibutuhkan untuk membaca braille.

f). Mampu mengikuti garis titik timbul dan berhenti tepat.

g). Mampu menemukan perbedaan yang ada di titik braille.

Contoh:

  • Garis yang dibuat dari benang dengan ukuran besar 1-2 milimeter mengikuti garis sigsak dengan ujung jarinya sampai mahir dengan posisi yang benar.

braille

  • Mengikuti garis dari benang dengan ukuran titik braille.

braille

  • Mengikuti garis titik-titik bentuk zigzak.

braille

  • Mengikuti garis titik braille bentuk biasa.

braille

  • Mengikuti garis titik braille dengan menemukan adanya perbedaan titik (titik yang berbeda).

braille

  • Titik braille yang ada di garis bisa divariasi dari titik penuh, huruf g, k, f, h dan lain lain.
    Peringatan : selama latihan jangan sekali kali memperkenalkan huruf karena akan menghambat keterampilan gerak dan kemampuannya untuk membedakan.
  • Setelah dinilai sudah mahir, maka masuk memperkenalkan huruf, suku kata, dan kalimat, sesuai dengan model-model pembelajaran membaca.

Silahkan Berikan Komentar Anda