TULIS ARTIKELSalurkan Hobi Anda !!! Menulis Artikel Gratis Di Ranah Pendidikan

CARA MENGAJAR EFEKTIF DARI KACAMATA PSIKOLOGI

mengajar efektifHalo Sahabat Ranah,

Dunia pendidikan selalu terdapat guru dan murid yang melangsungkan pembelajaran baik disekolah atau di rumah (Bimbingan Belajar). Tentu seorang guru harus mempersiapkan materi dengan baik agar murid dapat menerima dan menangkap penjelasan dari guru dengan mudah.

Ada banyak cara dalam melakukan belajar mengajar termasuk menggunakan media. Lalu, bagaimana cara mengajar yang efektif? Tentunya, tidak sedikit yang memberi tanggapan dengan hal itu. Tapi, bagaimana jika dilihat dari kacamata psikologi?

Kali ini kita akan bahas cara mengajar yang efektif dari kacamata psikologi.

Mengajar adalah hal yang kompleks dan murid memiliki karakter yang berbeda-beda. Guru harus menguasai beragam perspektif dan strategi serta dapat mengaplikasikan secara fleksibel. Hal ini membutuhkan dua hal utama, yaitu :

A. Pengetahuan dan keahlian profesional

Guru yang efektif adalah guru yang menguasai pelajaran dan keahlian atau keterampilan mengajar dengan baik. Memiliki strategi pengajaran yang baik yang didukung oleh metode penetapan tujuan, rancangan pengajaran dan manajemen kelas. Guru tahu bagaimana memotivasi, berkomunikasi dan berhubungan secara efektif dengan murid. Guru juga memahami cara menggunakan teknologi yang tepat guna didalam kelas.

a. Penguasaan materi pelajaran

Guru harus berpengetahuan, fleksibel dan memahami materi. Hal ini membutuhkan pengetahuan dasar-dasar pengorganisasian materi, mengaitkan berbagai gagasan, cara berpikir dan berargumen pola perubahan dalam satu mata pelajaran, kepercayaan tentang mata pelajaran dan kemampuan mengaitkan satu gagasan dari suatu disiplin ilmu ke disiplin ilmu lainnya.

b.  Strategi pengajaran

Prinsip konstruktivisme merupakan inti dari filsafat pendidikan William James dan John Dewey. Kontrutivisme adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan agar individu secara aktif membangun pemahaman dan pengetahuan.

Menurut pandangan konstruktivisme, guru bukan sekedar memberi informasi ke pikiran anak, akan tetapi guru harus mendorng anak untuk mengeksplorasi dunia mereka, menemukan pengetahuan, merenung, dan berpikir secara kritis (Brooks & Brooks, 2001 dalam Santrock, 2011).

Beberapa paka dalam psikologi pendidikan percaya bahwa entah itu anda menggunakan perspektif tradisional atau mengikuti tren dalam reformasi pendidikan, anda tetap bisa menjadi guru yang efektif.

c. Penetapan tujuan dan keahlian perencanaan instruksional

Guru harus menentukan tujuan pengajaran dan menyusun rencana untuk mencapai tujuannya (Pintrich & Schunk, 2002 dalam Santrock, 2011 ). Guru menyusun rencana instruksional, mengorganisasikan pelajaran dan tentang cara agar pelajaran bisa menantang sekaligus menarik.

d. Keahlian manajemen kelas

Guru yang efektif adalah mampu menjaga kelas tetap aktif, membangun dan mempertahankan lingkungan belajar yang kondusif. Agar lingkungan ini optimal, guru perlu senantiasa meninjau ulang strategi penataan dan posedur pengajaran, pengorganisasian kelompok, monitoring, dan mengaktifkan kelas, serta menangani tindakan murid yang mengganggu kelas (Algozzine & Kay, 2002; Emmer & Stough, 2001; Lindberg & Swick, 2002; Martella, Nelson & Marchand-Martella, 2003 dalam Santrock, 2011).

e. Keahlian motivasional

Para ahli psikologi pendidikan semakin percaya bahwa motivasi ini paling baik didorong dengan memberi kesempatan murid untuk belajar di dunia nyata, agar setiap murid berkesempatan menemui sesuatu yang baru dan sulit (Brophy, 1998 dalam Santrock, 2011).

Guru yang efektif tahu vahwa murid akan termotivasi saat mereka bisa memilih sesuatu yang sesuai dengan minatnya. Guru yang baik memberi kesempatan murid untuk berpikir kreatif dan mendalam untuk proyek mereka sendiri (Runco, 1999 dalam Santrock, 2011).

f. Keahlian komunikasi

Guru yang efektif menggunakan keahlian komunikasi yang baik saat mereka berbicara dengan murid, orang tua, administrator dan yang lainnya. Tidak terlalu banyak mengkritik, serta memiliki gaya komunikasi yang asertif, bukan agresif, manipulatif atau pasif (Albertu & Emmons, 1995; Evertson, Emmer & Worsham, 2003 dan Santrock, 2011). Hal ini juga diperlukan untuk mengajar keahlian dalam berbicara, mendengar, mengatasi hambatan komunikasi verbal, memahami komunikasi non verbal dari murid dan mampu memecahan konflik secara konstruktif.

g. Bekerja secara efektif dengan murid dari latar belakang kultural yang berlainan.

Guru harus mengetahui dan memahami anak dengan latar belakang kultural yang berbeda-beda dan  sensitif terhadap kebutuhan mereka (Cushner, 2003; Johnson, 2002; Johhnsn & Johnson, 2002; Spring, 2002 dalam Santrock, 2011). Guru membimbing murid untuk berpikir secara kritis tentang isu kultural dan etnis, mengurangi bias, menanamkan sikap saling menerima dan bertindak sebagai mediator kultural (Banks, 2001, 2002 dalam Santrock, 2011). Guru juga harus menjadi perantara anatara kultur sekolah dengan kultur dari murid tertentu, apalagi murid yang kurang sukses akademiknya (Diaz, 1997 dalam Santrock, 2011).

h. Keahlian teknologi

Guru yang efektif mengembangkan keahlian teknologi dan mengintegrasikan komputer ke dalam proses belajar di kelas (Male, 2003 dalam Santrock, 2011). Guru tahu cara menggunakan komputer dan cara mengajar murid untuk menggunakan komputer untuk menulis dan berkreasi serta menngakses internet. Guru juga dapat memahami dengan baik perangkat penting lainnya untuk mendukung pembelajaran murid yang memiliki keterbatasan atau kebutuhan khusus.

 

B. Komitmen dan motivasi

Guru yang efektif juga membutuhkan komitmen dan motivasi. Hal ini dapat membantu guru melewati masa-masa yang sult dan melelahkan dalam mengajar. Guru juga memiliki kepercayaan diri terhadap kemampuan yang mereka memiliki dan tidak membiarkan emosi negatif meluntukan motivasi mereka.

Semangat menggebu-gebu pada awal masa kerja bisa jadi berubah menjadi kejemuan. Setiap hari guru membawa sikap yang positif dan semangat ke dalam kelas. Sifat-sifat ini mudah menular dan membuat kelas menjadi nyaman bagi murid.

 

Semakin baik menjadi guru, semakin berharga pekerjaan anda. Dan jika anda semakin dihormati dan sukses di mata murid, maka akan merasa semakin bertambah komitmennya (Santrock, 2011).

 

 

Referensi :

Santrock, John. W. 2011. Psikologi Pendidikan Edisi Kedua. Alih Bahasa; Tri Wibowo B.S. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

 

Silahkan Berikan Komentar Anda