TULIS ARTIKELSalurkan Hobi Anda !!! Menulis Artikel Gratis Di Ranah Pendidikan

CIRI-CIRI GENG ANAK-ANAK

CIRI-CIRI GENG ANAK-ANAKBanyak yang menganggap geng anak-anak sebagai kelompok jahat atau pengacau karena adanya asosiasi yang popular tentang kenakalan anak-anak. Geng anak-anak berbeda dengan geng remaja dalam banyak hal, empat diantaranya sangat penting dan sangat umum. Pertama, tujuan utama geng anak-anak adalah memperoleh kesenangan. Kedua, geng anak-anak terdiri dari anak-an popular dengan teman-teman sebaya. Ketiga, geng anak-anak jarang beranggotakan kedua jenis kelamin. Keempat, geng anak-anak terdiri dari anak-anak yang usia dan tingkat perkembangannya sama dan yang mempunyai minat serta kemampuan yang sama.

Terdapat sejumlah ciri yang menonjol dari geng anak-anak. Ciri yang terpenting adalah bahwa geng anak-anak merupakan kelompok sosial yang dibentuk oleh anak-anak sendiri, bukan oleh orang dewasa untuk memperoleh kesenangan.

Ciri-ciri geng anak-anak

  1. Geng anak-anak merupakan kelompok bermain
  2. Untuk menjadi anggota geng, anak harus diajak
  3. Anggota geng terdiri dari jenis kelamin yang sama
  4. Pada mulanya geng terdiri dari tiga atau empat anggota. Tetapi, jumlah ini meningkat dengan bertambahnPada mulanya geng terdiri dari tiga atau empat anggota. Tetapi, jumlah ini meningkat dengan bertambah besarya anak dan bertambahnya minat pada olahraga
  5. Geng anak laki-laki sering terlibat dalam perilau sosial buruk daripada anak perempuan
  6. Kegiatan geng yang populer meliputi permainan dan olah raga. Pergi ke bioskop dan berkumpul untuk bicara atau makan bersama
  7. Geng mempunyai pusat tempat pertemuan, biasanya yang jauh dari pengawasan orang-orang dewasa
  8. Sebagian besar kelompok mempunyai tanda keanggotaan, misalnya anggota kelompok memakai pakaian yang sama
  9. Pemimpin geng mewakili ideal kelompok dan hampir dalam segala hal lebih unggul daripada anggota-anggota yang lain

Referensi

Hurlock, Elizabeth. B. (1980). Psi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang   Kehidupan Edisi Kelima. Alih Bahasa; Istiwidayanti dan Soedjarwo. Jakarta:  Erlangga.

Silahkan Berikan Komentar Anda