TULIS ARTIKELSalurkan Hobi Anda !!! Menulis Artikel Gratis Di Ranah Pendidikan

FAKTOR-FAKTOR STRES DALAM ORGANISASI

psikologi organisasiHalo Sahabat Ranah,

Kali ini kita akan membahas bebera faktor stres dalam Organinsasi, ok langsung saja lihat penjekasan dibawah ini ya.

FAKTOR-FAKTOR STRESS DALAM ORGANISASI
Mengikuti Tosi et al. (1990: 348-69) yang mengatakan bahwa ada lima faktor yang dapat menjadi sumber stres dalam organisasi, yaitu :

  • Faktor-faktor yang berkaitan dengan pekerjaan seseorang (individu).
    Ada beberapa tugas yang cenderung menunjukkan lebuh banyak berhubungan dengan stres dari pada tuga-tugas lain. Hal ini terbuktidari beberapa contoh hasil penelitian yang dilakukan oleh beberapa ahli, yaitu:
    Karyawan-karyawan yang berkolerat biru lebih memungkinkan menghadapi resiko-resiko pekerjaan yang mengancam kesehatan, tugas-tugas yang dilakukan berhubungan dengan bahan-bahan yang beracun (Shostak, 1980). Penelitian-penelitian yang lain menunjukkan bahwa orang yang bekerja pada pekerjaan rutin mengalami tingkat keengganan, kebosanan (Kornhauser, 1965) dan bekerja dengan kecepatan gerakan mempunyai hubungan signifikan dengan ketegangan, kecemasan, kemarahan, dan tugas yang ada dalam pekerjaan tersebut (Hurrel, 1985).Hasil penelitian Karasek dkk. (1981) mendukung bahwa sebab-sebab dari setiap tingkat stres yang tinggi ada dalam beberapa tugas dan bukan tugas-tugas lainnya. Sementara itu, tingkat resiko munculnya penyakit jantung koroner adalah sebuah fungsi dari dua faktor tuga, yaitu tingkat dari tekanan psikologis dan tingkat dari pengendalian kerja yang berlebihan.
    Tekanan-tekanan psikologis yang tinggi menyebabkan tugas-tugas menjadi beresiko tinggi dalam melakukan pengendalian terhadap keputusan. Individu yang melakukan tugas-tugas yang beresiko tinggi mengalami penyakit koroner, bisa juga tidak mengalami perubahan perilaku apabila ia mendapat tekanan psikologis dari orang lain. Hal ini disebabkan individu memberi respons terhadapa tekanan psikologis tersebut dengan satu cara yang dikehendaki oleh orang lain dan bukan seperti cara yang dikehendakinya.
  • Stres Peran
    Dalam suatu kesempatan, Kahn dkk. (1964) telah melakukan penelitian tentang konflik peran dan ketidakjelasan peran dalam suatu organisasi. Tujuan mereka melakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat ketegangan peran dan penyesuaian diri. Penelitian ini didasarkan pada premis bahwa individu-individu lebih efektif dalam memainkan perannya ketika ia memahami tentang peran yang dimainkannya, sehingga mereka tidak mengalami stres atau tekanan-tekanan peran yang menimbulkan konflik peran yang tinggi.
BACA JUGA  PENGERTIAN STRES KERJA
  • Peluang Partisipasi
    Ada beberapa manajer dilaporkan bahwa apabila tingkat partisipasi mereka dalam mengambil keputusan dirasakan lebih banyak akan mengalami stres yang lebih rendah. Sebaliknya, tingkat kecemasan terhadap tugas dan ancaman terhadap tugas dirasakan rendah oleh manajer yang partisipasinya terhadap tugasnya rendah(Tosi, 1971). Partisipasi adalah penting untuk dua alasan, yaitu: (1) partisipasi dihubungkan dengan konflik peran yang rendah dan ketidakjelasan peran yang rendah (Kahn et al., 1964; Tosi, 1971); (2) partisipasi yang tinggi (keputusan-keputusannya lebih berpengaruh) dapat membuat seseorang merasa dapat mengendalikan lingkungan sekitarnya. Beberapa hasil penelitian yang dilaporkan menunjukkan bahwa pengendalian individu terhadap tekanan-tekanan lingkungannya tidak akan lebih berpengaruh terhadap dirinya untuk memperoleh peluan partisipasi ketika tidak ada pengendalian yang secara nyata atau dapat dilihat hasilnya (Cohen, 1980).
  • Tanggung jawab
    Tanggung jawab yang lain mungkin dapat mempengaruhi stres yang sedang bekerja (Cooper dan Marshall, 1976). Sebagai seorang manajer keefektifannya tergantung pada siapa yang bekerja untuknya, seandainya manajer mempunyai alasan bahwa dirinya tidak mempunyai kepercayaan terhadap mereka, atau kemampuannya kurang dapat mengendalikan mereka, maka manajer akan mengalami stres karena dirinya tidak dapat mengendalikan situasi tersebut.
  • Faktor Organisasi
    Organisasi itu sendiri dapat menyebabkan stres. Contohnya, banyak yang percaya bahwa birokrasi (mekanis) merupakan bentuk organisasi yang mengarah dan tidak memaksimalkan potensi individu, sedangkan struktur organisasi lebih memungkinkan untuk mewujudkan potensi & produktivitas individu (Argyris, 1964; Presthus, 1978). Dibawah ini ada empat ciri-ciri organisasi yang dapat menyebabkan stres, yaitu:
    1). Tingkat organisasi.
    2). Keadaan yang sulit dalam organisasi.
    3). Batas peran.

 

Referensi :
Wijono, Sutarto. 2010. Psikologi Industri & Organisasi: Dalam Suatu Bidang Gerak Psikologi Sumber Daya Manusia, Edisi Pertama. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Silahkan Berikan Komentar Anda