TULIS ARTIKELSalurkan Hobi Anda !!! Menulis Artikel Gratis Di Ranah Pendidikan

IMPLEMENTASI LITERASI PADA PESERTA DIDIK TUNARUNGU

Tuna RunguSahabat RANAH, Setelah sebelumnya kita membahas tentang Implementasi Literasi pada anak tunanetra, sekarang kita akan membahas literasi untuk anak tunarungu.

Memang tidak jauh berbeda, tetapi ada bagian-bagian penting yang perlu kita ketahui bersama karna pada dasarnya setiap jenis ketunaan pada Anak Berkebutuhan Khusus cara didik yang berbeda.

Satuan Pendidikan SDLB

  1. Peserta didik menyimak (membaca bibir, membaca isyarat, dan membaca lambang visual) cerita yang disajikan guru.
  2. Guru memberikan pelajaran keterampilan berbicara dengan Metode Maternal Reflektif (MMR).
  3. Mengoptimalkan penggunaan  Alat Bantu Dengar (ABD) dalam kegiatan Literasi Sekolah .
  4. Peserta didik membaca naskah/cerita sederhana.
  5. Peserta didik menceritakan kembali isi naskah/cerita sederhana.
  6. Berdiskusi tentang latar, karakter tokoh, dalam  cerita dengan teman sekelas.
  7. Guru membiasakan melakukan kegiatan literasi (menyimak, berbicara, membaca, menulis)  setiap 15 menit sebelum memulai pembelajaran.
  8. Guru secara rutin mendampingi peserta didik mengunjungi dan membaca buku di perpustakaan.
BACA JUGA  IMPLEMENTASI LITERASI PADA PESERTA DIDIK TUNANETRA

Satuan Pendidikan  SMPLB

  1. Peserta didik berlatih membuat puisi/merangkum cerita sederhana.
  2. Peserta didik mengerjakan tugas-tugas dengan memanfaatkan berbagai sumber yang ada di perpustakaan.
  3. Memajang hasil karya peserta didik  pada malajalah dinding.
  4. Peserta didik bercerita tentang peristiwa yang dialami hari ini.
  5. Peserta didik mengamati dan menceritakan gambar/rekaman visual tentang suatu kejadian.
  6. Peserta didik menafsirkan cerita dalam bentuk  peragaan seni pantomim.
  7. Sekolah memberikan penghargaan bagi peserta didik yang menghasilkan karya terbaik.
  8. Sekolah mengikutsertakan peserta didik pada lomba Loterasi tingkan Kab/Kota/ Provinsi/Nasional.

Satuan Pendidikan  SMALB

  1. Peserta didik membaca dengan bahasa  yang mudah dipahami.
  2. Peserta didik  membuat puisi/prosa /cerita yang produktif.
  3. Dengan bimbingan guru, peserta didik  mengamati tayangan cerita untuk bahan diskusi.
  4. Peserta didik membukukan/mendokumentasikan  hasil karyanya.
  5. Peserta didik berpartisipasi pada  kegiatan jurnalistik sekolah (bulletin/majalah sekolah).
  6. Sekolah mengikutsertakan peserta didik pada lomba Literasi tingkat Kab/Kota/Provinsi/Nasional.

Silahkan Berikan Komentar Anda