TULIS ARTIKELSalurkan Hobi Anda !!! Menulis Artikel Gratis Di Ranah Pendidikan

JENIS-JENIS TUNADAKSA

jenis tunadaksa

Halo sahabat ranah, dalam klasifikasi anak berkebutuhan khusus juga terdapat Tunadaksa. Apa itu Tunadaksa? Tunadaksa berasal dari kata tuna artinya rugi dan daksa berarti tubuh. Jadi, Tunadaksa memiliki arti suatu keadaan rusak atau terganggu sebagai akibat gangguan pada celebral atau hambatan pada tulang, otot, dan sendi dalam fungsinya yang normal.

Tunadaksa mengalami kelemahan pada anggota geraknya sehingga memerlukan pelayanan pendidikan secara khusus.

Anak Tunadaksa (ATD) memiliki karakteristik yang beragam tergantungg jenis ketunadaksaanya. Dibawah ini adalah jenis-jenis tunadaksa, yaitu :

a. Cerebral Palsy (CP)

Adalah istilah pada anak tunadaksa yang mengalami kekakuan atau kelumpuhan karena sebab-sebab yang terjadi di otak dalam masa perkembangan dan bersifat non progresif.

Penyebabnya dapat terjadi saat masih dalam kandungan, saat persalinan dan faktor setelah kelahiran.

 

Gejala kelainan CP berdasarkan tipenya, yakni :

  • Spastik mengalami kekakuan, kontraksi otot, sulit melakukan gerakan, anggota gerak bawah dapat berbentuk gunting. Ada kepalanya terputar ke satu sisi, bahu dan kepala menekan ke belakang, kepalan menggenggam ibu jari, lutut rapat dan tungkai kaku, lengan mungkin kaku dan lurus menyilangserta saat belajar berjalan posisi anak kaku, canggung dengan lutut tertarik rapat tertekuk. Diduga gangguan terletak di pusat penggerak (area motorik) dan traktus piramidalis.
  • Athetoid salah satu jenis CP dengan ciri gerakan-gerakannya tidak terkontrol, baik dikaki, lengan, tangan atau otot wajah. Kerusakan otaknya diduga pada daerah ganglia basalis dan traktus piramidalis.
  • Ataxia ditandai dengan adanya gerakan-gerakan tidak terkoordinasi dan kehilangan keseimbangan, kesulitan duduk, berdiri dan berjalan. Kalau jalan seperti orang mabuk, tahan dan kaku. Kerusakan sempoyongan dan terhuyung-huyung. Kerusakan otaknya diduga terjadi di otak kecil (cerebellum).
  • Rigid ditandai adanya otot yang sangat kaku begitu juga dengan gerakannya. Otot tegang diseluruh tubuh, cenderung menyerupai robot waktu berjalan, tertahan-tahan dan kaku. Kerusakan otaknya kemungkinan dibeberapa tempat di otak atau menyebar.
  • Tremor tandanya terdapat gerakan-gerakan kecil tanpa disadari, dengan irama tetap, lebih mirip dengan getaran, sehingga menimbulkan kesulitan dalam melakukan kegiatan. Kerusakan otaknya diduga pada ganglia basalis.

Gejala-gejala yang tampak pada anak CP, adalah :

  • Kelumpuhan ringan atau berat, berbentuk hemiplegia, quadriplegia, diplegia, monoplegia, triplegia.
  • Gangguan koordinasi dan keseimbangan.
  • Gangguan komunikasi, artinya anak mungkin tidak memberi respon atau reaksi seperti anak lainnya.
  • Gangguan perkembangan mental. Biasanya pada anak CP yang disertai terbelakang mental disebabkan oleh anoksia cerebri yang cukup lama, sehingga timbul atropi cerebri yang menyeluruh. Kira-kira separuh dari anak-anak CP disertai retardasi mental.
  • Mungkin juga ditemukan gangguan penglihatan, contohnya hemianopsoa (gangguan lantang pandang), low vision, strabismus atau kelainan refleksi bola mata, gangguan pendengaran, gangguan bicara, gangguan sensibilitas (rasa) dll.
  • Kelumpuhan yang terjadi dapat mengenai otot-otot di manapun, seperti otot bahu, otot di belakang lengan, otot punggung atau otot ibu jari, tetapi yang paling sering ditungkai. Ada sebagian anak yang hanya mengalami sedikit lemah otot, sementara yang lain mengalami lumpuh berat/lunglai.
BACA JUGA  APA KEBUTUHAN ANAK TUNAGRAHITA?

b. Poliomylitis

Merupakan penyakit akut dan menular disebabkan oleh virus polio yang menyerang serabut saraf penggerak ke sumsum tulang belakang. Akibatnya sistem kerja persarafan otak ke sumsum tulang belakang tergaganggu yang mengakibatkan kelumpuhan flasid (lumpuh layu) dan atropi otot (pengecilan otot) anggoota gerak tubuh.

ada beberapa kemungkinan lebih lanjut yang terjadi pada anak polio, yakni : sembuh total (30%), lumpuh tingkat ringan (30%), lumpuh moderat/berat (30%) dan meninggal dunia (10%) (David Werner, 2002).

Bentuk hambatan dan kelainan fungsi, diantaranya :

  • Kelainan fungsi mobilitas, termasuk kesulitan dari dan ke posisi tengkurap, telentang, berguling, duduk, berdiri, dan berjalan.
  • Hambatan dalam melakukan aktivitas hidup sehari-hari.
  • Kelainan fungsi sosial psikologis, seperti munculnya perasaan malu, rendah diri dan tidak percaya diri.
  • Hambatam dalam aspek ekonomis produktif.
  • Muskular distropi atau MDP adalah hilangnya kekuatan otot secara bertahap dan progresif. Kemunduran dan kelemahan otot ada di otot lurik, tidak diketahui sebabnya secara pasti, diperkirakan akibat kelainan genetik, dimana ibu membawa gen yang menimbulkan distropsi pada anak laki-laki, jarang pada anak perempuan.
  • Tanda-tanda pertama tampak pada anak usia 3 sampai 5 tahun. Anak mungkin tampak canggung atau mulai berjalan berjingkat karena tidak dapatmenapakkan kakinya datar. Jika lari ia kelihatan janggal dan sering jatuh. Masalah terus menjadi semakin parah selama beberapa tahun berikutnya.
BACA JUGA  BRAILLE READING

c. Muskular distropi atau MDP

Adalah hilangnya kekuatan otot secara bertahap dan progresif. Kemunduran dan kelemahan otot ada di otot lurik, tidak diketahui sebabnya secara pasti, diperkirakan akibat kelainan genetik, dimana ibu membawa gen yang menimbulkan distropsi pada anak laki-laki, jarang pada anak perempuan.

Secara garis besar gejala-gejala dan hambatan yang dialami anak MDP, diantaranya (Nelson, 1998; Ahmad Thoha Muslim; 1996’ David Werner, 2002):

  • Pada waktu duduk punggungnya membungkuk ke depan, dan sering duduk dengan ke dua tangannya menahan berat badan.
  • Jika berdiri dari duduk, kadang mengangkat paha dengan bantuan tangan.
  • Bila bangundair posisi jongkok, ia mengangkat paha dengan bantuan tangan.
  • Adanya kelemahan otot dan atropi akan menimbulkan kekakuan dan deformitas sendi.
  • Kitika berdiri, kadang punggung anak tertekut ke depan, seperti penderita lordosis.
  • Otot-otot di pantat lemah, lutut mungkin tertekuk ke belakang untuk menahan berat badan, otot tumit kaku sehingga kalau berjalan berjingkat.
  • Paha kurus dan lemah, kurang keseimbangannya sehingga sering terjatuh.
  • Refleks-refleks akan melemah karena otot yang lemah.
  • Anak MDP tidak mengalami kelainan alat indera maupun kecerdasan.
BACA JUGA  APA ITU TUNANETRA !!!

d. Cacat bawaan (kongenital) dan cacat dapatan.

Merupakan salah satu jenis anak tunadaksa. Hilangnya anggota gerak atas ataupun anggota gerak bawah, yang biasa sering disebut amputee. Baik karena faktor bawaan atau dapatan setelah lahir. Hilangnya anggota gerak dapat seluruhnya (amelia), sebagian (meromelia), ataupun masih ada jari-jari yang nempel dibahu ataupun di pinggul (phocomelia).

Banyak kemungkinan penyebabab individu cacat bawaan, diantaranya:

  • Pemakaian obat penenang (thalidomide).
  • Penyakit ibu.
  • Malnutrisi trimester pertama.
  • Tumor (neoplasma) pada anggota gerak janin.

Penyebab cacat dapatan :

  • Kecelakaan / trauma
  • Penyakit yang berakibat di amputasi atau karena mutilasi.

 

Hambatan fungsi tertentu berdasarkan letak kecacatannya :

  • Bila ia amputee tangan, maka hambatannya berupa ketiadaan fungsi dari tangan.

Contohnya :

  • Amputee gelang bahu, maka seluruh fungsi tangan yang bersangkutan hilang.
  • Amputee atas siku, kehilangan fungsi sendi siku, lengan, pergelangan tangan, telapak tangan dan jari-jari hilang.
  • Amputee pergelangan tangan, maka hambatannya berupa ketiadaan fungsi telapak tangan dan jari-jari tangan.
  • Bila ia amputee kaki, maka hambatannya berupa ketiadaan fungsi kaki yang bersangkutan.

Contohnya :

  • Amputee mulai panggul, kehilangan fungsi jalan, jongkok dan lainnya.
  • Amputee bawah lutut, kehilangan fungsi tungkai bawah, pergelangan kaki, telapak kaki, dan jari-jari kaki.

Baiklah sahabat itu adalah jenis-jenis tunadaksa. Semoga informasi ini dapat memberikan manfaat.

 

Referensi :

Drs. Marja, M. Pd dan Drs. Pamuji, M. Kes. 2018. Bahan Ajar Bimbingan Teknis  Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Khusus 4 Bidang Kekhususan (Tunanetra, Tunarungu, Tunagrahita, Dan Tunadaksa). Kementerian Pendidikan & Kebudayaan Direktorat Jenderal Guru &  Tenaga Kependidikan Direktorat pembinaan Guru Pendidikan Menengah.

 

Silahkan Berikan Komentar Anda