TULIS ARTIKELSalurkan Hobi Anda !!! Menulis Artikel Gratis Di Ranah Pendidikan

KEMAMPUAN BAYI DALAM BERKOMUNIKASI

KEMAMPUAN BAYI DALAM BERKOMUNIKASISebenarnya bayi dapat berkomunikasi, tangisan bayi adalah salah satu cara baginya untuk menyampaikan keinginannya. Hanya saja, kemampuan berkomunikasi bayi masih terbatas karena ia belum dapat berbicara. Tidak mengherankan apabila bayi senantiasa menangis karena ada banyak yang sebenarnya ingin ia ungkapkan kepada Ayah-Bundanya.

Pada bayi, komunikasi diawali dengan gerak-gerik tubuhnya. Bayi baru lahir akan cenderung lebih banyak menangis sebab ia belum belajar untuk menyampaikan keinginannya dengan cara yang lain. Sebelum akhirnya bayi dapat berbicara, ada tahapan yang perlu ia lalui seiring dengan perkembangannya.

Khusus pada anak usia bayi, tahapa yang dilalui adalah :

a. Usia 0–3bulan

Kemampuan komunikasi bayi melalui tangisan, teriakan dan gumaman, sehingga setiap kali anak diajak berbicara reaksinya adalah menangis, berterak dan bergumam. Oleh karena itu langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam mengembangkan kemampuan komunikasi bayi adalah :

BACA JUGA  KEMAMPUAN BERPIKIR BAYI (0--12Bulan)
  1. Mengenal jenis tangisan bayi, apakah tangisan lapar dan haus, sakit, kencing dan lainnya.
  2. Mengajak bayi sesering mungkin berbicara dengan kata-kata yang jelas dan lengkap pada setiap kegiatan yang dilakukan bersamanya.
  3. Aak bayi mendengarkan lagu dan musik yang lembut. Membacakan cerita untuk bayi
  4. Ajak bayi melihat dirinya di cermin lalu berbicara bersama bayi.
  5. Mengembangkan indra pendengaran bayi, kemampuan pendengaran pada usia ini berfungsi sebagai dasar kemampuan di tahap perkembangan berikutnya.

Bayi menggunakan suara untuk berkomunikasi dan mereka senang untuk mendengarkan orang berbicara.

b. Usia 4-8 bulan

Ananda senang mengucapkan suara-suara berhuruf vokal dan konsonan seperti “uuu”, “aaa” “dadadadada”, “papapapa”, “mamamama.”

c. Usia 8 bulan hingga menjelang 1 tahun

Ananda senang mengucapkan kata tanpa makna. Bayi senang mengulang-ulang kata yang sama sebagai cara mengungkapkan berbagai macam hal kepada Ayah dan Bunda.

Referensi :

Rose, M.A. Salim, dkk. 2018. Pengasuhan Anak Usia 0-12 Bulan. Jakarta : Kementerian Pendidikan & Kebudayaan

Silahkan Berikan Komentar Anda