TULIS ARTIKELSalurkan Hobi Anda !!! Menulis Artikel Gratis Di Ranah Pendidikan

KEMAMPUAN BERPIKIR BAYI (0–12Bulan)

BAGAIMANA-KEMAMPUAN-BERPIKIR-BAYI-0-12BulanBayi baru lahir  pola gerak-gerik bayi yang kerap menangis, gelisah dan rewel terkait dengan kemampuan berpikirnya yang baru mulai berkembang. Sementara itu, pada bayi yang lebih besar sering kita temukan mereka kerap bergerak menjelajahi ruangan di sekitarnya.

Mengapa bayi bertingkah demikian ?

Bayi belajar melalui indra atau tubuhnya. Indra bayi sudah matang layaknya orang dewasa, tetapi mereka masih harus belajar untuk memahami lingkungannya.

Situasi lingkungan yag belum dipahami bayi membuat ia mudah merasa tidak nyaman. Makanya, bayi yang sedang tumbuh senang menjelajah ke sekeliling rumah dan memasukkan benda-benda ke dalam mulutnya untuk memahami lingkungannya.

BACA JUGA  KENAPA BAYI SERING MENANGIS AWAL KELAHIRAN?

Ayah-Bunda dapat mendukung kemampuan berpikir ananda di usia 0–3 bulan melalui penjelajahan indra pendengaran, penglihatan, perabaan, pengecapan dan penciumn (penghidu). Oleh karena itu Ayah-Bunda dapat memberikan rangsangan anak dengan cara :

  1. Indra pendengran, anak dapat mengenalan berbagai suara sepeti suara Ayah-Bunda, suara anggota keluarga lainnya, kerincingan, suara pintu dan lain-lain. Untuk membangun pengetahuan tersebut, setiap suara yang didengar bayi harus diikuti ucapan oleh Ayah-Bunda yang berupa penjelasan terhadap suara tersebut, seperti “Ini suara kerincingan”,” “ini Ayah”, “itu suara pintu” dan lainnya.
  2. Indra penglihatan, anak mulai mengenal wajah Ayah-Bunda, anggota keluarga lainnya dan warna benda yang ada di sekelilingnya. Untuk membangun pengetahuan tersebut, setiap benda yang dilihat dan diperlihatkan diikuti ucapan Ayah-Bunda berupa penjelasan terhadap benda tersebut, baik warna maupun nama bndanya, seperti “kerincingannya warna merah”, dan “bajumu warna biru”. Demikian pula unntuk mengenalkan anggota keluarga, pada setiap berinteraksi dengan anak harus diikuti dengan kalimat siapa yang dikenalkan kepada anak seperti: “ini nda”, “ini Ayah.”
  3. Indra perabaan, anak sudah mulai meraskan sentuhan dan belaian di seluruh aggota tubuh anak. Untuk membangun pengetahuan tersebut, Ayah-Bunda dapat melakukan perabaan, sentuhan langsung sambil mengucapkan: “kulit dedi halus”, “rambutnya bagus”, “oh Dedi ngompol, celananya basah, Bunda ganti yan,” dan lainnya.
  4. Indra penciuman (penghidu), anak sudah dapat dilatih mencium bau di sekelilingnya. Membangunpengetahuan tentang penciuman dapat dilakukan dengan mengenalkan berbagai di sekitarnya dengan diikuti pegucapan : “bedaknya wangi ya”, “perut Dedi, ibu kasih minyak telon ulu supaya hangat dan wangi”, pada saat mandi “sabunnya wangi ya”, dan bau lainnya yang ada di lingkungan bayi.
  5. Indra pengecapan, anak sudah mulai merasakan ASI dan hanya ASI sebagai nutrisi anak, pengetahuan dari pengecapan yang dapat diinisiasi kepada anak adalah rasa ASI, kenyang, dan lapar. Pada setiap saat Bunda memberikan ASI harus diikuti dengan ucapan “enak ASI nya ya…” atau “Dedi sudah kenyang ya.”

Melalui indra pendengaran (telinga), bayi belajar untuk membedakan suara benda dan orang, serta menerka lokasi dari sumber suara yang didengarnya.

Melalui indra penglihatan (mata), bay belajar untuk membedakan bentuk, warna, pola, menerka jarak antar benda, dan membedakan kedalaman posisi benda. Ia juga belajar mengenal wajah anggota keluarganya hingga menirukan ekspresi wajah.

Melalui indra pengecapan (lidah), bayi belajar ntuk membedakan rasa dan tekstur makanan. Ia mulai tahu ada makanan yang nikmati baginya, dan ada makanan yang rasanya tidak nikmat.

Melalui indra peraba pula, bayi tahu ada benda yang dapat memunculkan rasa sakit. Bayi dapat belajar membedakan benda yang berbahaya dan tidak berbahaya sehingga kemudian dapat menghindarinya.

Apa yang bisa dilakukan Ayah Bunda?

Pada dasarnya semua indra pentingg bagi proses belajar bayi. Jadi, semuanya harus Ayah-Bunda maksimalkan agar bayi tumbuh menjadi anak yang cerdas.

Ayah-Bunda dapat membantu perkembangan kemampuan berpikir bayi melalui beberapa kegiatan berikut ini :

    %3