TULIS ARTIKELSalurkan Hobi Anda !!! Menulis Artikel Gratis Di Ranah Pendidikan

KENAPA BAYI SERING MENANGIS AWAL KELAHIRAN?

KENAPA BAYI SERING MENANGISPada awal masa kelahirannya ananda kerap menangis sepanjang malam hingga pagi hari. Gerak-gerak anak juga banyak menuntut Bunda untuk memberikannya ASI hampir sepanjang waktu. Kondisi ini seringkali membuat Bunda dan Ayah merasa kelelahan.

Mengapa seperti itu? Coba kita lihat dari ciri-ciri fisiknya.

Bayi  adalah masa ketika anak beradaptasi dengan tubuhnya. Tubuh anak usia 0—12bulan atau bayi belum mengatur dirinya sendiri layaknya orang dewasa. Untuk itu, ia perlu jam tidur yang panjang dan banyak menangis jika terbangun karena belum cukup mampu beradaptasi dengan lingkungan di luar rahim Bunda.

Di sisi lain, Bayi adalah masa untuk tumbuh dengan pesat. Ia bisa bertambah berat 1 onss setiap harinya dalam bebrapa bulan pertama. Tulang dan otot berkembang pesat pada masa bayi dan muncul banyak gerakan fisik yang tidak dilakukan secara sadar. Misalnya: bayi refleks menggenggam jika ada benda yang didekatkan ke jari tangan  bayi; bayi refleks menggerakkan tangan seperti berenang jika diletakkan dalam air. Ketika bayi sudah lebih besar, ia sudah lebih baik dalam menguasai dirinya dan mulai mengembangkan gerak dan fisikya yang lebih kompleks, misalnya merangkak, berdiri, dan berjalan. Karena bayi butuh banyak tidur, sering menangis ketika terbangun, dan merupakan masa perkembangan otot, Ayah-Bunda perlu lebih banyak bersabar dan memastikanbahwa bayi mendapatkan makanan dan gizi yang cukup untuk tumbuh.

Perkembangan refleks bayi usia 0–3bulan.

Aktivitas awal pada masa bayi kebanyakan beupa gerakan-gerakan refleks. Gerakan ini adalah gerakan yang spontan dilakukan bayi ketika mendapatkan rangsangan tertentu baik sengaja maupun tidak (misalnya karena mendengar suara yang keras).

BACA JUGA  PERAN ORANG TUA DALAM PENGASUHAN ANAK
  1. Refleks mengisap. Bayi akan secara otomatis mengiap sesuatu yang ditaruh untuk secara sadar mencerna makanan sehingga gerak refleks ini membuat bayi dapat memperoleh makanan secara tidak sadar. Refleks menghisap adalah kemampuan bayi yang sangat penting pada aktivitas makan bayi. Misalnya, refleks menghisap saat bayi menghisap puting susu Bunda. Refleks ini juga bisa dirangsang dengan cara menyentuh bibir bayi dengan jari.
  2. Refleks mencari. Berguna untuk membantu bayi mendapatkan sumber makanan. Pada umumnya dapat ditimbuka dengan sentuhan lembut didaerah sekitar mulut atau di daerah pipi. Bayi akan merespons dengan berpaling ke arah sentuhan dengan muluut terbuka dan siap menghisap. Refleks mengisap dan mencari hilang perlahan saat bayi berusia sekitar 4 bulan dan digantikan dengan perilaku makan sukarela.
  3. Refleks menggenggam. Refleks gerakan jari-jari tangan mencengkram benda-benda yang disentuhkan ke telapak tangan bayi. Bayi akan menggenggam kuat-kuat benda yang menyentuh telapak tangannya. Kekuatan genggamannya akan meningkat ketika benda tersebut ditarik keluar.
  4. Refleks telapak kaki. Gerakan bayi merenggangkan seluruh jari kakinya. Refleks ini dapat dimunculkan dengan cara memberikan sentuhan halus pada telapak kaki bayi, dari ujung jari hingga ke tumit. Refleks ini adalah dasar dari gerakan berdiri tegak, berdiri sendiri, dan berjalan.
  5. Refleks moro. Saat ia merasaakan jatuh dikejutkan oleh suara keras, bayi aka melengkungkan panggungnya, melemparkan kepalanya ke belakang, serta merenggangkan lengan, jari-jari dan kakinya. Refleks moro berhubungan dengan emosi bayi saat merasa terkejut sehingga sering diikuti dengan tangisan bayi. Pada saat bayi menampilkan refleks moro, Ayah-Bunda sebaiknya memberikan sntuhan yang lembut pada bagian-bagian tubuh bayi untuk memberikan efek menenangkan pada bayi. Untuk melihat apakah refleks moo muncul pada bayi, Ayah-Bunda dapat menaruh bayi di tempat tidur dalam posisi telentang dan bertepuk tangan dengan suara yang sedikit keras. Refleks ini biasanya masih muncul sampai bayi berusia 6 bulan.
  6. Refleks berjalan. Hal ini muncul ketika kita memegang bayi ada posisi berdiri dan menyentuh permukaan. Bayi akan mengangkat kakinya secara bergantian seakan-akan sedang berjalan, tetapi tidak disertai oleh keseimbangan dan gerakan lengan yang terjadi jika berjalan secara sadar. Gerakan ini sangat berbeda dengan gerakan berjalan yang baru akan dikuasai oleh bayi beberapa bulan kemudia. Perlu diingat oleh Ayah-Bunda bahwa refleks ini bukanlah tnada kemampuan berjlan yang muncul secara dini.

Ayah-Bunda dapat melakukan stimulasi atau rangsangan untuk melihat apakah bayi memiliki refleks-refleks dasar tersebut. Perlu diingat bahwa pemberian rangsangan tidak cukup apabila hanya satu atau dua kali karena refleks bayi juga dapat dipengaruhi oleh keadaan bayi letih atau lapar. Apabila Ayah-Bunda mengamati adanya refleks yang tidak berkembang pada bayi, hendaknya ditanyakan kepada tenaga kesehatan terdekat untuk mengetahui apabila da kelainan pada sistem syaraf bayi.

Asupan makan yang baik pada usia ini adalah air susu ibu (ASI). Bunda pastikan bahwa ananda mendapatkan ASI ekslusif sejak lahir sampai usia 6 bulan.

Referensi :

Rose, M.A. Salim, 2018. Pengasuhan Anak Usia 0-12 Bulan. Jakarta : Kementerian Pendidikan & Kebudayaan

Silahkan Berikan Komentar Anda