TULIS ARTIKELSalurkan Hobi Anda !!! Menulis Artikel Gratis Di Ranah Pendidikan

KENAPA SEJAK BAYI SUDAH DINYANYIKAN?

KENAPA SEJAK BAYI SUDAH DINYANYIKANHallo Sahabat Ranah,

Mungkin diantara kalian ada yang bertanya. Kenapa masih bayi sudah dinyanyikan atau sudah didengarkan lagu, bahkan ada yang sejak dalam kandungan sudah didengarkan musik mozart atau murotal ayat suci alqur’an?. Hal in sudah dilakukan sejak dahulu sama nenek moyang kita. Semua orang tua atau keluarga di pedesaan maupun di perkotaan mempunyai lagu-lagu atau nyanyian khusus untuk menidurkan anaknya.

Ternyata, lagu dan nyanyian memiliki manfaat tersendiri :

  • Anak menjadi senang
  • Anak menjadi tenang
  • Mendekatan hubungan orang tua dan anak
  • Memperkenalkan pengertian-pengertian baru. Misalnya, bahwa cicak yang selalu menempel di dinding adalah binatang yang berguna karena makan nyamuk, pelangi yang kelihatan di langit itu indah dan menunjukkan kebesaran Tuhan dan sebagainya.

Makna nyanyian bagi anak balita :
Nyanyian (lebih luas lagi: musik) adalah bahasa nada, bahasa gerak dan bahasa rasa.
Melalui nyanyian anak dapat mengembangkan dirinya melalui ungkapan pribadi (self expression). Melalui nyanyian yang dilakukan, daya imajinasi anak dapat ditimbulkan.

BACA JUGA  PERAN ORANG TUA DALAM PENGASUHAN ANAK

Kegiatan nyanyian yang dilakukan bersama-sama dapat membantu anak mengembangkan rasa sosial, serta menyalurkan emosinya. Dengan gerak terkoordinasi dan terbimbing, nyanyian dapat membantu pertumbuhan fisik anak yang selaras.

Perlu diperhatikan dan memilih lagu atau nyanyian bagi balita, yaitu :

  • Irma sederhana.
  • Lirik pendek-pendek, cocok dan sesuai dengan dunia anak serta mengandung unsur pendidikan.
  • Mudah dinyanyikan dan disesuaikan dengan kekuatan suara anak.
  • Untuk mendukung lagu sebagai media pendidikan dapat disertai sarana pendukung untuk memvisualisasikan.
  • Dinyanyikan dalam suasana gembira dengan rasa kasih sayang dan disertai gerak yang sesuai.
  • Nyanyian atau lagu dipilih dapat berasal dari daerah atau lagu-lagu tradisional maupun lagu yang berbahasa Indonesia.

Baiklah sahabat, musik sudah dinikmati sejak kecil. Jika anak sudah mulai berceloteh (berkata-kata) ia mulai tertarik untuk menirukan nyanyian yang sederhana seperti “puk ame-ame”, “Satu-satu aku sayang Ibu”, “Pelangi-pelangi”, dan “Cicak-cicak di dinding.”

 

Referensi :
Pemerintah Kabupaten Sampang Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Tahun 2015. 2013. Media Interaksi Orangtua dan Balita Sebagai Alat Bantu Pendidikan Anak Balita (Petunjuk Pemanfaat Media APE BKB). Sampang: Krisna Mandiri

 

 

Silahkan Berikan Komentar Anda