TULIS ARTIKELSalurkan Hobi Anda !!! Menulis Artikel Gratis Di Ranah Pendidikan

MEMAHAMI DIRI SENDIRI  (PERSEPSI DIRI)

MEMAHAMI DIRI SENDIRI (PERSEPSI DIRI)

Memahami diri sendiri adalah hal penting didalam penilaian sosial dan perilaku sosial. Manusia mampu melihat dan menyelami ke dalam dirinya sendiri. Ia mampu mengambil jarak dari diri sendiri, menyadari apa saja yang dilakukannya, berpikir dan mengevaluasi kelebihan serta kekurangan dirinya. Tidak heran jika kemudian kita menemukan fakta ada orang yang menyukai atau membenci dirinya sendiri, memuji atau memaki dirinya sendiri.

Diri (Self)

Menurut Leary, McDonald, dan Tengney (2003) self adalah kelengkapan psikologis yang memungkinkan refleksi diri berpengaruh terhadap pengalaman kesadaran, yang mendasari semua jenis persepsi, kepercayaan dan perasaan tentang diri sendiri, serta yang memungkinkan orang untuk meregulasi perilakunya sendiri.

BACA JUGA  PENILAIAN ORANG LAIN KEPADA SAYA

Persepsi Diri

Persepsi merupakan proses pemaknaan terhadap stimulus. Sebagai suatu proses, persepsi selalu mensyaratkan objek. Self sebagai objek dari persepsi merupakan objek persepsi yang sangat penting. Menurut Baron  dan Byrne (1997), self merupakan pusat dari dunia sosial kita. Akibatnya, daya tarik self bagi diri kita sendiri akan selalu kuat. Kita tertarik pada apapun yang berkaitan dengan diri sendiri melebihi hal apa pun. Kita pun mempunyai perhatian yang sangat luar biasa terhadap informasi-informasi yang relevan dengan diri kita. Tidak heran, jika kemudian, kita menjadi sangat sensitif terhadap dan efektif di dalam mengelola informasi-informasi apapu yang berkaitan dengan diri kita dibandingkan dengan pengelolaan informasi lainnya. Buktinya, kita bisa dengan mudah mengingat informasi-informasi yang relevan dengan diri kita daripada informasi lainnya.

Pemahaman terhadap diri sendiri ini penting supaya kita bisa mengendalikan kehidupan kita sehari-hari (Dunning, 2005). Kita perlu tahu kelebihan dan kelemahan supaya secara tepat dapat menentukan sikap dan perilaku yang dapat mendatangkan keuntungan dan menghindarkan diri dari kerugian. Saking pentingnya, di zaman Yunani Misalnya, para raja dan ratu secara khusus mendatangi Pracle of Delphi untuk mengetahui jati diri dan masa depannya. Imam Al Ghazali menyebutkan bahwa mengenal diri sendiri adalah kunci untuk mengenal Tuhan. Al Ghazali mengutip sebuah hadis walaupun kata Ibnu Taimiyah termasuk hadis maudhu, “ Barang siapa mengenal dirinya, maka dia akan mengenal Tuhannya.”

Metode Persepsi Diri

Brehm dan Kassin (1996) menyebutkan empat sumber untuk memahami diri sendiri, yaitu :

  • Intropeksi
  • Pengamatan terhadap perilaku sendiri
  • Pengaruh orang lain
  • Ingatan autobiografis.

Taylor, Peplau dan Sears (1997) mengindentifikasi beberapa sumber pemahaman diri yang sangat beragam, yaitu :

  • Sosialisasi
  • Penilaian terhadap reaksi orang lain pada kita
  • Feedback dari orang lain
  • Persepsi diri
  • Kekhasan lingkungan
  • Perbandingan dengan orang lain
  • Identitas sosial.

Referensi :

Rahman, Agus. A. 2014. Psikologi Sosial (Integrasi Pengetahuan Wahyu dan Pengetahuan Empirik). Depok: PT. Rajagrafindo Persada.

 

Silahkan Berikan Komentar Anda