TULIS ARTIKELSalurkan Hobi Anda !!! Menulis Artikel Gratis Di Ranah Pendidikan

MENGAPA SEORANG ANAK HARUS BERMAIN?

Halo sahabat ranah,

Kita yang sudah bukan usia anak-anak lagi masih ingin bermain untuk sekedar menghilangkan penat atau menjadi pengalaman baru untuk dijadikan suatu pembelajaran, apalagi seorang anak? Dalam dunia anak bermain itu seringkali digunakan sebagai suatu pembelajaran. Dimana dahulu orang beranggapan bahwa bermain tidak ada hubungannya dengan belajar. Pendapat seperti ini salah!

 

Kenapa? Karena yang benar adalah bermain itu merupakan kegiatan yang menyenangkan anak dan sebagai media pendidikan anak balita.

Hubungan bermain dan belajar bisa dilihat dari contoh dibawah ini :

  1. Sejak seorang bayi dapat menggerakkan jari-jemari tangannya ia mulai bermain dan menggerak gerakkannya. Ia belajar menggunakan otot halusnya sehingga jari-jemari menjadi terampil.
  2. Anak bermain mengoyangkan dan memukulkan mainannya pada apa saja. Anak belajar menggunakan otot halus jari-jemari tangannya dan otot kasar pada lengannya. Saat anak mengoyangkan mainannya itu kadang-kadang dahinya terpukul sendiri. Pengalaman ini membuat anak belajar hati-hati, agar dahinya tidak terpukul lagi.
  3. Menenteng mainannya lebih ringan daripada membawakan tas kantor bapak atau tas belanja ibunya. Pengalaman ini mengembangkan kecerdasannya. Anak belajar pengertian berat dan ringan.

Bermain merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan atau tanpa mempergunakan alat yang menghasilkan pengertian atau memberikan informasi, kesenangan maupun mengembangkan imajinasi pada anak. Anak akan mengekplorasi dunia dan belajar banyak hal seperti merangkak, bicara, berjalan, menyanyi, menggambar dan berteman.

BACA JUGA  MENGEKSPLORASI MOTIVASI

Tahapan Perkembangan Bermain

a. Tahap Manipulatif

Tahap ini dapat dilihat pada anak usia 2-3tahun. Alat atau benda yang ia pegang melakukan penyelidikan dengan cara membolak-balik, meraba-raba bahkan menjatuhkan lalu melempar dan memungut kembali.

Hal ini dilakuukan untuk mengetahui apa yang dapat diperbuatnya dengan benda-benda atau alat itu.

b. Tahap Simbolis

Tahap ini, kadang-kadang anak berbicara sendiri tentang apa yang dibuatnya sesuai dengan fantasinya atau hal-hal yang pernah di lihat pada lingkungannya.

c. Tahap Eksplorasi

Anak sering bermain sendiri, karena lebih senang tidak berteman dalam bermain, kegiatan bermain ini dilakukan berulang-ulang dengan hati yang riang.

d. Tahap Eksperimen

Setelah anak mendapatkan pengalaman baru dalam tahapan sebelumnya, mereka melakukan percobaan-percobaan yang belum dilakukan seblumnya.

e. Tahap Dapat Dikenal

Pada tahap ini, anak usia 5-6tahun pada umumnya telah mencapai tahapan bermain, yakni membangun realistis, bentuk-bentuk yang sudah dikenal atau dilihat anak dalam kehidupan sehari-hari. Bentuk yang dibuat sudah mendekat bentuk-bentuk yang sesungguhnya.

Misalnya; membuat beberapa jenis hewa tiruan dengan plastisin.

 

Baiklah sahabat, diatas adalah jawaban dari pertanyaan “Mengapa Seorang Anak Harus Bermain?” sahabat ranah, bermain bagi anak itu bukan hanya menyenangkan. Tapi, juga penting untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Setelah mengetahui pentingnya bermain khususnya untuk anak balita, semoga kita lebih peduli dengan dunia anak dan memahami apa yang diinginkan mereka dalam perkembangannya.

 

Referensi :

Pemerintah Kabupaten Sampang Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Tahun 2015. 2013. Media Interaksi Orangtua dan Balita Sebagai Alat Bantu Pendidikan Anak Balita (Petunjuk Pemanfaat Media APE BKB). Sampang: Krisna Mandiri

 

Silahkan Berikan Komentar Anda