TULIS ARTIKELSalurkan Hobi Anda !!! Menulis Artikel Gratis Di Ranah Pendidikan

MENGENAL ANAK LAMBAN BELAJAR/SLOW LEARNER

MENGENAL ANAK LAMBAN BELAJAR (SLOW LEARNER)Pembelajaran disekolah, guru sering dihadapkan dengan sejumlah karakteristik siswa. Ada siswa yang mengalami masalah dalam memahami materi pelajaran yang diajarkan. Siswa dengan karakteristik seperti ini disebut sebagai anak “bodoh”, anak “lola” (loading lama), anak “tulalit” dan sebutan lainnya yang sejenis. Mereka sering di olok-olok oleh teman-temannya, terkadang juga menjadi sasaran kemarahan guru yang kurang sabar. Lebih tragisnya, karena kemampuan yang dimilikinya itu mereka sering terancam tinggal kelas kaena sering mendapatkan nilai yang kecil pada hampir semua mata pelajaran atau dalam  tugas-tugas yang kurang memenuhi standar yang ditentukan oleh guru. Anak dngan ciri-ciri seperti itu, sebagian masyarakat awam langsung memberi label anak terbelakang mental, tunagrahita atau retardasi mental.

Didunia pendidikan, siswa yang memiliki karakteristik seperti ini dikenal sebagai anak lamban belajar atau slow learner. Pada segi fisik, siswa itu tidak menunjukkan ciri yang berbeda dengan teman yang lain. Biasanya anak-anak ini bersekolah pada sekolah umum.

BACA JUGA  TUJUAN PSIKOLOGI INDUSTRI ORGANISASI

Pengertian Anak Lamban Belajar (Slow Learner)

Anak lamban belajar atau slow learner adalah mereka yang memiliki prestasi belajar rendah atau sedikit dibawah rata-rata dari anak pada umumnya, pada salah satuu atau seluruh area akademik. Jika dilakukan pengetesan pada IQ (Intelegence Question), Skor tes IQ mereka menunjukkan skor antara 70 dan 90 (Cooter & Cooter Jr., 2004; Wiley, 2007).

Untuk memperluas pemahaman, berikut penulis paparkan beberapa kutipan berkenan dengan pengertian slow learner. Dijelaskan dalam “Dictionary of Psychology” slow learner is a non technical variously applied to children who are some what mentally retarted or are developing at a slower that normal rate (Ernest R. Hillgard, 1962). Yusuf (2005) menjelaskan bahwa anak yang berprestasi belajarnya rendah tetapi IQ nya sediki dibawah rata-rata disebut anak lamban belajar atau slow learner. Sementara, Endang (2005) mengemukakan pembahasan tentang Borderline atau garis batas taraf kecerdasan yang menjadi kelompok tersendiri, sering disebut sebagai kelompok (lamban belajar). Sedangkan, menurut Toto yang terdapat pada makalah seminarnnya (2005) menyatakan ahwa siswa lamban belajar (slow learner) ialah siswa yang intelegensinya berada pada taraf perbatasan (borderline) dengan IQ 70-85 berdasarkan tes intelegensi baku.

Anak-anak dengan karakteristik lambar belajar atau slow learner tidak hanya terbatas pada kemampuan akademik melainkan juga pada kemampuan-kemampuan yang lain seperti pada aspek bahasa atau komunikasi, emosi, sosial dan moral. Untuk lebih jelasnya, akan menulis paparkan pada ciri-ciri anak lamban belajar atau slow learner.

Referensi :

Triani, Nani dan Amir. 2016. Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Lamban Belajar Slow Learner. Jakarta Timur : PT. Luxima Metro Media

Silahkan Berikan Komentar Anda