TULIS ARTIKELSalurkan Hobi Anda !!! Menulis Artikel Gratis Di Ranah Pendidikan

PARADIGMA TERHADAP KEPRIBADIAN

paradigma kepribadianHalo sahabat ranah, kali ini kami akan berbagi informasi bahwa ada lima paradigma yang biasa atau sering digunakan dalam membahas tentang kepribadian.

 

 

a. Paradigma Antropologi

Mengutamakan proses belajar melalui praktik budaya, bukan pada faktor biologis dan evolusi. Meinarno dkk (2011 dalam Sarwono, 2014)menyebutkan bahwa paradigma ini, budaya dan kepribadian harus dilihat sebagai keutuhan aspek yang ditemukan di lapangan, bukan sistem-sistem yang dilihat secara terpisah.

Philip K. Bock (1980 dalam Sarwono, 2014) menyebutkan empat pendekatan yang biasa digunakan untuk mempelajari hubungan antara budaya dan kepribadian, yaitu konfigurasi, modal dan dasar kepribadian, karakter nasional dan lintas kebudayaannya.

 

b. Paradigma Psikologi

Hal yang lebih ditekankan adalah sifat (trait) (G.W. Allport). Namun, masing-masing  tokoh sebenarnya memiliki pendekatannya masing-masing untuk menjelaskan kepribadian manusia.

Misalnya pendekatan psikoanalisis Freud yang mementingkan alam ketidaksadaran dan libido seksualitas, pendekatan humanistik Rogers dan Maslow yang mengutamakan memahami manusia sebagai keseluruhan yang utuh, pendekatan kognitif bandura fokusnya adalah kesadaran, dan tokoh-tokoh psikologi lainnya.

 

c. Paradigma Lintas budaya

Paradigma ini memandang kepribadian sebagai gejala universal yang sama bermakna dan relevannya antarbudaya yang diteliti.

Ada 2 kemungkinan terpisah namun berhubungan satu sama lain, yaitu:

  • Faktor biologis dan evolusi adaptif yang menciptakan kecenderungan genetik untuk ciri-ciri kepribadian
  • Kemungkinan prinsip-prinsip pembelajaran budaya-konstan dan prosesnya (matsumoto & Juang, 2004 dalam Sarwono, 2014).

 

d. Paradigma Ulayat (Indegenous)

Kepribadian dipandang sebagai sifat-sifat yang hanya ditemukan di lingkungan etnik tertentu saja. Pada umumnya, tidak hanya konsep kepribadian yang mengakar dan berasal dari kelompok budaya tertentu. Namun, metodologi yang digunakan untuk menelitinya pun perlu disesuaikan dengan budaya tersebut. Hal ini menyebabkan studi-studi mengenai kepribadian indigenous sering kali menggunakan metodologi tidak terstandarisasi miliki penelitiannya (matsumoto & Juang, 2004 dalam Sarwono, 2014).

 

e. Paradigma Budaya

Menyatakan bahwa kepribadian bukan hanya dipengaruhi oleh budaya. Namun, juga dibentuk olehnya (Markus & Kitayana, 1998). Paradigma ini melihat budaya dan kepribadian bukan sebagai dua konsep yang terpisah, melainkan sebagai sistem yang terkait satu sama lain yang mana masing-masingnya menciptakan dan memperthankan yang lain (matsumoto & Juang, 2004 dalam Sarwono, 2014).

 

Daftar pustaka :

Sarwono, SW. 2014. Psikologi Lintas Budaya. Depok: PT Rajagrafindo Persada

 

Silahkan Berikan Komentar Anda