TULIS ARTIKELSalurkan Hobi Anda !!! Menulis Artikel Gratis Di Ranah Pendidikan

PEMBENTUKAN HARGA DIRI (SELF ESTEEM)

HARGA DIRIMenurut Bradshaw (dalam Ghufron & Risnawita, 2012) proses pembentukan harga diri telah dimulai saat bayi merasakan tepukan pertama kali yang diterima orang mengenai kelahirannya. Sedangkan, menurut Darajat (dalam Ghufron & Risnawita, 2012) menyebutkan bahwa harga diri sudah terbentuk pada masa kanak-kanak sehingga seorang anak sangat perlu mendapatkan rasa penghargaan dari orang tuanya. Proses selanjutnya, harga diri dibentuk melalui perlakuan yang diterima individu dari lingkungannya, seperti dimanja dan diperhatikan orang tua dan orang lain. Dengan demikian, harga diri bukan merupakan faktor yang bersifat bawaan, melainkan faktor yang dapat dipelajari dan terbentuknya sepanjang pengalaman individu.

Coopersmith (dalam Ghufron & Risnawita, 2012) mengatakan bahwa pola asuh otoriter dan permisif akan mengakibatkan anak mempunyai harga diri yang rendah. Sementara itu, pola asuh autoritarian akan membuat anak mepunyai harga diri yang tinggi. Senada pula dengan pendapat Klass dan Hodge dalam (Ghufron & Risnawita, 2012) yang mengemukakan bahwa harga diri adalah hasil evaluasi yang dibuat dan dipertahankan oleh individu, yang diperoleh dari hasil interaksi individu dengan lingkungan serta penerimaan penghargaan dan perlakuan orang lain terhadap individu tersebut.

BACA JUGA  PENGERTIAN HARGA DIRI (Self Esteem)

Harga diri yang dimiliki oleh masing – masing individu bervariasi, ada yang rendah dan ada yang tinggi. Hal ini berkaitan erat dengan mekanisme pembentukan harga diri. Dikemukakan oleh Coopersmith (dalam Ghufron & Risnawita, 2012) bahwa pembentukan harga diri dipengaruhi beberapa faktor, yaitu :

  1. Keberartian Individu adalah keberartian diri menyangkut seberapa besar individu percaya bahwa dirinya mampu, berarti dan berharga menurut standar dan nilai pribadi.
  2. Keberhasilan Seseorang adalah keberhasilan yang berpengaruh terhadap pembentukan harga diri adalah keberhasilan yang berhubungan dengan kekuatan atau kemampuan individu dalam memengaruhi dan mengendalikan diri sendiri maupun orang lain.
  3. Kekuatan Individu adalah kekuatan individu terhadap aturan-aturan, norma, dan ketentuan-ketentuan yang ada dalam masyarakat. Semakin taat terhadap sesuatu yang sudah ditetapkan dalam masyarakat, maka semakin besar kemampuan yang dimiliki individu untuk dapat dianggap sebagai panutan masyarakat. Oleh karena itu, semakin tinggi juga penerimaan masyarakat terhadap individu yang bersangkutan. Hal ini dapat mendorong harga diri yang tinggi.
  4. Performansi Individu Sesuai Dalam Pencapaian Prestasi Yang Diharapkan. Jika individu mengalami kegagalan, maka harga dirinya akan menjadi rendah. Sebaliknya, apabila performansi seseorang sesuai dengan tuntutan dan harapan, maka akan mendorong pembentukan harga diri yang tinggi.

Referensi :

Ghufron, M. Nur dan Rini Risnawata S. 2012. Teori-Teori Psikologi. Jogjakarta:    Ar Ruzz Media

Baron, A. Robert dan Byrne, Donn. 2003. Psikologi Sosial Edisi Kesepuluh.           Jakarta: Erlangga

Santrock, Jhon. W. 2007. Remaja Edisi 11 Jilid 1. Jakarta : Erlangga

Silahkan Berikan Komentar Anda