TULIS ARTIKELSalurkan Hobi Anda !!! Menulis Artikel Gratis Di Ranah Pendidikan

PENGERTIAN HARGA DIRI (Self Esteem)

HARGA DIRIHarga Diri merupakan topik yang paling tua dalam ilmu sosial. Harga diri pertama kali diperkenalkan oleh psikolog berkebangsaan Amerika, William James pada tahun 1890-an (Rahman, 2014). Kebutuhan Harga diri, menurut Branden (dalam Rahman, 2014) melekat pada karakteristik alamiah kita. Tapi, kita tidak dilahirkan dengan pengetahuan yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut karena kita harus mencarinya sendiri. Sebagai sesuatu yang sifatnya alamiah, maka Harga diri adalah hal yang sangat penting dan berpengaruh pada proses berpikir, emosi, keinginan, nilai-nilai dan tujuan kita. Maslow (dalam Alwisol, 2009) juga menyatakan hal yang sama, bahwa penghargaan dari orang lain hendaknya diperoleh berdasarkan penghargaaan diri kepada diri sendiri. Seseorang seharusnya memperoleh harga diri dari kemampuan dirinya sendiri, bukan dari ketenaran eksternal yang tidak dapat dikontrol, sehingga membuatnya tergantung kepada orang lain. Maslow (dalam Koswara, 1991) membagi menjadi dua bagian yakni, bagian pertama adalah penghormatan atau penghargaan dari diri sendiri (mencakup hasrat untuk memperoleh kompetensi, rasa percaya diri, kekuatan pribadi, adekuasi, kemandirian dan kebebasan sehingga individu merasa berharga dan mampu mengatasi segala tantangan yang ada), dan bagian yang kedua adalah penghargaan dari orang lain (individu butuh penghargaan atas hal-hal yang dilakukannya). Branden (dalam Rahman, 2014) juga menjelaskan bahwa Harga diri merupakan kecenderungan seseorang untuk merasa mampu  dalam mengatasi suatu masalah dan merasa berharga.

BACA JUGA  PENILAIAN ORANG LAIN KEPADA SAYA

Menurut Baumeister dkk (dalam Santrock, 2007) mengemukakan bahwa harga diri mencerminkan persepsi yang tidak selalu sesuai dengan realitas. Lerner dan Spanier (dalam Ghufron & Risnawita, 2012) berpendapat bahwa harga diri adalah tingkat penilaian positif atau negatif yang dihubungkan dengan konsep diri seseorang. Menurut Myers (2014) harga diri adalah evaluasi diri seseorang secara keseluruhan. Dilanjutkan penjelasan oleh Dariyo (2007) bahwa Kemampuan untuk menghargai diri sendiri sangat tergantung pada kemampuan seseorang untuk memandang, menganalisa, mengevaluasi dan menilai keberadaan dirinya sendiri. Kepuasan kebutuhan harga diri menimbulkan perasaan dan sikap percaya diri, diri berharga, diri mampu, perasaan berguna dan penting di dunia (Alwisol, 2009).

Sediklides (dalam Baron & Byrne, 2003) menyatakan tiga kemungkinan motif dalam evaluasi diri. Orang dapat mencari self-assesment (untuk memperoleh pengetahuan yang akurat tentang dirinya sendiri), self-enhancement (untuk mendapatkan informasi positif tentang diri mereka sendiri) atau self-verification (untuk mengkonfirmasi sesuatu yanng sudah mereka ketahui tentang diri mereka sendiri). Motif mana yang paling aktif, tergantung dari budaya dan kepribadian seseorang serta situasi yang dihadapinya (Booson & Swann, 1999; Rudich & Valacher, 1999; Taylor, Neter & Wayment, 1995 dalam Baron & Byrne, 2003).

Referensi :

Ghufron, M. Nur dan Rini Risnawata S. 2012. Teori-Teori Psikologi.Jogjakarta:     Ar Ruzz Media

Baron, A. Robert dan Byrne, Donn. 2003. Psikologi Sosial Edisi Kesepuluh.           Jakarta: Erlangga

Santrock, Jhon. W. 2007. Remaja Edisi 11 Jilid 1. Jakarta : Erlangga

 

Silahkan Berikan Komentar Anda