TULIS ARTIKELSalurkan Hobi Anda !!! Menulis Artikel Gratis Di Ranah Pendidikan

PENGERTIAN STRES KERJA

stres kerjaHallo Sahabat Ranah,

Pernahkan diantara Anda mengalami stres? Kapan merasakannya? Bagaimana dengan pekerjaan anda? Apakah pekerjaan membuat anda stres? Kali ini admin akan memberikan informasi mengenai pengertian stress kerja yang diambil dari pernyataan-pernyataan para ahlinya. Supaya kita dapat mengenali stres dalam pekerjaan.

Stres Kerja Yang Diungkapkan Oleh Para Ahli di Antaranya :

French, Rogers, & Cobb (1974)
Telah mendefinisikan stres kerja sebagai berikut :
A misfit between a person’s skill and abilities and demand of the job misfit in term of person’s needs supplied by the job environment.”

Van Harrison dan Pinneau (1975)
Mereka mengubah definisi itu menjadi :
“Any characteristic of the job environment which process a threat to the individual.”

Smith (1981)
Dalam suatu kesempatan berbeda, mengemukakan bahwa konsep stres kerja dapat ditinjau dari beberapa sudut, yaitu:

  1. Stress kerja merupakan hasil dari keadaan tempat kerja. Contoh : keadaan tempat bising dan ventilasi udara yang kurang baik. Hal ini akan mengurangi motivasi karyawan.
  2. Stress kerja merupakan hasil dari dua faktor organisasi, yaitu keterlibatan dalam tugas dan dukungan organisasi.
  3. Stress terjadi karena faktor “workload” juga faktor kemampuan melakukan tugas.
  4. Akibat waktu kerja yang berlebihan.
  5. Faktor tanggung jawab kerja. Terakhir, tantangan yang muncul dari tugas. Kesimpulannya, stres kerja merupakan hasil yang disebabkan oleh faktor-faktor di atas.

Heilriegel & Slocum (1986)
Dalam suatu kesempatan mengatakan, bahwa stres kerja dapat disebabkan oleh empat faktor utama, yaitu konflik, ketidakpastian, tekanan dari tugas serta hubungan dengan pihak manajemen. Jadi stres kerja merupakan umpan balik atas diri karyawan secara fisiologis maupun psikologis terhadap keinginan atau permintaan organisasi.

Kemudian, dikatakan pula bahwa stres kerja merupakan faktor-faktor yang dapat memberi tekanan terhadap produktivitas dan lingkungan kerja serta dapat mengganggu individu tersebut. Stres kerja yang dapat meningkatkan motivasi karyawan dianggap sebagai stres yang positif (eustress). Sebaliknya, “stressor” yang dapat mengakibatkan hancurnya produktivitas kerja karyawan dapat disebut sebagai stres negatif (distress).

BACA JUGA  PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN TENAGA KERJA

McGee, Goodson, & Cashman (1984)
Mendapati bahwa beberapa faktor yang menyebabkan pegawai mengalami stres kerja tetapi masih merasa puas terhadap pekerjaannya. Hal ini diantaranya disebabkan oleh tugas yang mereka kerjakan penuh dengan tantangan dan menyenangkan hati mereka. Selain itu terjadi komunikasi yang efektif di antara para anggota dalam organisasi tersebut.

Mereka menunjukkan bahwa ada kerja sama yang kondusif antara atasan dan karyawan. Selain itu, karyawan memandang para manajemen memberi keleluasaan yang besar terhadap diri mereka.

McGee et al, (1984)
Juga menemukan bahwa faktor internal individu, yaitu kepribadian dan sifat yang dimiliki individu dapat mempengaruhi kepuasaan kerja dan stres kerja karyawan. Namun, hal tersebut ditentukan dari cara mengelola dan ditambah dengan adanya spesifikasi tugas yang jelas dapat memberi motivasi kepada karyawan. Oleh karena itu, stres kerja belum tentu dapat memberi pengaruh terhadap motivasi kerja karyawan.

Stres kerja yang dapat mempengaruhi motivasi kerja mungkin di sebabkan oleh adanya pengaruh lingkungan sosial. Individu mempunyai kecenderungan bertingkah laku dan bertindak menurut keinginan lingkungan sosial dan dipengaruhi oleh para anggota masyarakat di lingkungan sosial lainnya (Korman, 1977). Apabila masyarakat menghendaki keberhasilan para anggota yang ada dalam lingkungan sosial, maka mereka akan berusaha untuk bermotivasi dalam mencapai keberhasilan tersebut. Jadi, stres lingkungan sosial dan bukan stres kerja yang dapat mempengaruhi individu untuk bermotivasi dalam mencapat keberhasilan.

Caplan et al. (dalam Beehr & Newman, 1978)
Mengatakan bahwa stres kerja mengacu pada semua karakteristik pekerja yang mungkin memberi ancaman kepada individu tersebut. Dua jenis stres kerja mungkin mengancam individu, yaitu baik berupa tuntutan di mana individu mungkin tidak berusaha mencapai kebutuhannya maupun persediaan yang tidak mencukupi untuk memenuhu kebutuhan individu tersebut.

Beehr dan Newman (1978)
Namun Mereka Berdua mendefinisikan bahwa stres kerja sebagai suatu keadaan yang timbul dalam interaksi di antara manusia dan pekerjaan. Secara umum, stres didefinisikan sebagai rangsangan eksternal yang mengganggu fungsi mental, fisik, dan kimiawi dalam tubuh seseorang (Nykodym dan George,1989).

Selye (dalam Brief et al., 1981)
Sebaliknya, berpendapat bahwa stres kerja merupakan suatu konsep yang terus-menerus bertambah. Ini terjadi jika semakin banyak permintaan, maka semakin bertambah munculnya potensi stres kerja dan peluan untuk menghadapi ketegangan akan ikut bertambah pula.

Seorang individu mungkin mengalami gejala stres kerja positif seandainya mendapat kesempatan untuk naik jabatan atau menerima ganjaran (reward). Tetapi sebaliknya, jika dia merasa dihambat oleh berbagai sebab diluar kontrol dalam mencapai tujuannya, maka dia akan mengalami gejala stres yang negatif (Brief et al., 1981).

BACA JUGA  PENGANTAR PSIKOLOGI INDUSTRI DAN ORGANISASI

Kahn dan Quin (dalam Ivanceviech et al., 1982)
Kemudian mendefinisikan bahwa stres kerja merupakan faktor-faktor lingkungan kerja yang negatif seperti konflik peran, kekaburan peran, dan beban kerja yang berlebihan dalam pekerjaan.

Rubin dan McNeil (1985)
Selanjutnya berpendapat bahwa rangsangan negatif dari lingkungan kerja dianggap sebagai penyebab stres eksternal dan tindakan secara emosional dan fisik sebagai penyebab stres internal.

Keenan dan Newton (1984)
Sementara itu berpendapat stres kerja perwujudan dari kekaburan peran, konflik peran dan beban kerja yang berlebihan. Kondisi ini selanjutnya akan dapat mengganggu prestasi dan kemampuan individu untuk bekerja.

Ivanceviech et al. (1982) mengatakan bahwa pengalaman individu mengalami stres kerja dapat digambarkan melalui perbedaan antara faktor internal, yaitu tingkah laku tipe A.

Kavanagh, Hurst, dan Rose (1990)
Stres kerja juga merupakan suatu ketidak seimbangan persepsi individu tersebut terhadap kemampuannya untuk melakukan tindakan.

Kemudian stres kerja dapat disimpulakan sebagai suatu kondisi dari hasil penghayatan sunjektif individu yang dapat berupa interaksi antara individu dan lingkungan kerja yang dapat mengancam dan memberi tekanan secara psikologis, fisiologis, dan sikap individu.

 

Referensi :
Wijono, Sutarto. 2010. Psikologi Industri & Organisasi: Dalam Suatu Bidang Gerak  Psikologi Sumber Daya Manusia, Edisi Pertama. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

2 Comments

Silahkan Berikan Komentar Anda