TULIS ARTIKELSalurkan Hobi Anda !!! Menulis Artikel Gratis Di Ranah Pendidikan

PENILAIAN ORANG LAIN KEPADA SAYA

PENIALAIAN ORANG LAINPenilaian menurut KBBI memiliki arti proses, cara, perbuatan menilai; pemberian nilai (biji, kadar mutu, harga). Penilaian orang lain adalah suatu pandangan terhadap orang lain dalam memberikan nilai baik atau tidaknya berdasarkan informasi yang diperoleh.  Ketika orang berpikir baik mengenal diri kita, ini akan membantu kita berpikir baik juga tentang diri kita sendiri. Anak-anak yang dilabeli sebagai anak berbakat, pekerja keras, atau gemar menolong cenderung menyerap ide tersebut dan memasukkannya  kekonsep dirinya dan perilakunya. Jika mahasiswa minoritas merasa terancam oleh stereotip negatif tetang kemampuan akademisnya, atau jika wanita merasa terancam karena di pandang rendah dalam matematika dan ilmu alam mereka, makamereka kemungkinan akan “terindetifikasi” bidang tersebut. Bukannya berjuang melawan prasangka tersebut, mereka malah mengindentifikasi minat mereka ke bidang lain.

Diri yang terlihat dikaca seperti yang digambarkan oleh sosiolog Charles H. Cooley (1902) menggambarkan bagaimana kita menggunakan persepsi orang lain sebagai cermin dalam memersepsi diri kita sendiri. Sosiolog George Harbert Mead (1934) mempertajam konsep ini dengan menyatakan bahwa konsep diri kita bukanlah dari bagaimana orang lain melihat  diri kita. Orang umumnya merasa lebih nyaman memuji daripada mengkritik; mereka menyarankan pujian mereka dan menyembunyikan cemoohan mereka. Karenanya, bisa jadi kita terlalu berlebihan dalam memandang pujian orang lain yang membusungkan citra diri kita (Shrauger & Schoeneman, 1979).

BACA JUGA  BAGAIMANA PERAN SOSIAL BERPENGARUH?

Inflasi diri, sebagaimana yang akan kita ketahui, ditemukan paling banyak pada orang di negara Barat. Shinobu Kitayama (1996) melaporkan bahwa orang jepang yang berkunjung ke Amerika Utara sering dikejutkan oleh kata-kata pujian yang diungkapkan oleh sesama teman. Ketika ia dan teman-temannya bertanya pada orang-orang kapan terakhir mereka memuji seseorang, orang Amerika rata-rata menjawab satu hari yang lalu. Di Jepang, dimana orang bersosialisasi dengan tidak terlalu membangga-banggakan prestasi pribadi dan lebih merasa malu jika membuat orang lain gagal, rata-rata menajawab empat hari yang lalu.

Nasib leluhur kita tergantung pada bagaimana apa yang orang lain pikirkan terhadap mereka. Pertahanan mereka meningkat pada saat mereka melindungi diri mereka dengan kelompok mereka. Ketika menerima ketidakterimaan kelompok mereka, terdapat kebijaksanaan biologis tentang rasa malu mereka dan rendahnya harga diri. Sebagai ahli waris mereka, memiliki keinginan untuk dimiliki yang mirip. Kita merasakan rasa sakit dari rendahnya harga diri pada saat kita menemui pengecualian sosial, catat Mark Leary (1998, 2004b). Harga diri menurutnya, adalah ukuran psikologi dari pengamatan dan reaksi kita atas bagaimana orang lain mengapresiasikan kita.

Cobalah dulu, baru cerita. Pahamilah dulu, baru menjawab. Pikirlah dulu, baru berkata. Dengarlah dulu, baru beri penilaian. Bekerjalah dulu, baru berharap. (Socrates)

Referensi

Myers, David. 2014. Psikologi Sosial (Social Psychology) Edisi 10 Buku 1. Alih Bahasa     Aliya Tusyani dkk. Jakarta: Salemba Humanika.

 

Silahkan Berikan Komentar Anda