TULIS ARTIKELSalurkan Hobi Anda !!! Menulis Artikel Gratis Di Ranah Pendidikan

PERBEDAAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF

PERBEDAAN PENELITIAN KUALITATIF DENGAN KUANTITATIFPerbedaan kualitatif dengan kuantitatif dapat ditinjau dari keseluruhan aspek yang memungkinkan adanya perbedaan.

Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menitikberatkan pada pengukuran dan analisis hubungansebab-akibat antara bermacam-macam variabel, bukan prosesnya, penyelidikan dipandang berada dalam kerangka bebas nilai.

Pendekatan ini berangkat dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, maupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya yang kemudian dikembangkan menjadi permasalahan-permasalahan beserta pemecahannya yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di laporan.

Perbedaan penelitian kualitatif dengan pelitian kuantitatif jika ditinjau dari 10 aspek berikut :

BACA JUGA  PENELITIAN METODE ILMIAH DAN JENISNYA
  1. Maksud
  • Kuantitatif : Membuat deskripsi objektif tentang fenomena terbatas dan menentukan apakah dapat dikontrol melalui beberapa intervensi.
  • Kualitatif : Mengembangkan pengertian tentang individu dan kejadian dengan memperhitunkan konteks yang relevan.
  1. Tujuan
  • Kuantitatif : Menjelaskan, meramalkan dan atau mengontrol fenomena melalui pengumpulan data terfokus dari data numerik.
  • Kualitatif : Memahami fenomena sosial melalui gambaran holistik dan memperbanyak pemahaman mendalam.
  1. Pendekatan
  • Kuantitatif : Menjelaskan penyebab fenomena sosial melalui pengukuran objektif dan analisis numerikal.
  • Kualitatif : Berasumsi bahwa “Subject matter” suatu ilmu sosial adalah amat berbeda dengan “subject matter” dari ilmu fisik/almiah dan mempersyaratkan tujuan yang bebeda untuk inkuiri dan seperangkat metode penyelidikan yang berbeda. Induktif, berisi-nilai (subjektif), holistik, dan berorientasi proses.
  1. Asumsi
  • Kuantitatif : Berasumsi bahwa tujuan dan metode ilmu sosial adalah sama dengan ilmu fisik/alamiah dengan jalan mencari teori yang dites atau dikonfirmasikan yang menjelaskan fenomena. Deduktif, bebas-nilai (objektif), terfokus dan beroirientasi-tujuan.
  • Kualitatif : Perilaku terikat konteks dimana hal itu terjadi dan kenyataan sosial tidak bisa direduksi menjadi variabel-variabel sama dengan kenyataan dari segi perspektif orang dalam menerima subjektivitas dari penelitian dan pemeran-serta.
  1. Model Penjelasan
  • Kuantitatif : Penemuan fata sosial tidak berasal dari persepsi subjektif dan tepisah dari konteks.
  • Kualitatif : Upaya generalisasi tidak dikenal  karena perilaku manusia selalu terikat konteks dan harus diinterpretasikan kasus per kasus.
  1. Nilai
  • Kuantitatif : Bergantung pada model penjelasan hipotetiko-deduktif dengan memulai dari teori dari mana hipotesis ditarik dan dites dengan menggunakan posedur yang ditentutakan terlebih dahulu.
  • Kualitatif : Beragumentasi bahwa peneliti senantiasa terikat nilai dan peneliti harus eksplisit tentang peranan bahwa nilai memegang peranan dalam sesuatu studi. Beranggapan bahwa nilai merupakan suatu pilihan yang inheren diselidiki: masalah yang harus diselidiki, metode yang harus diteliti, cara untuk menginterpretasi dan konteks dimana studi itu berada.
  1. Alasan
  • Kuantitatif : Menerima nilai peneliti dapat berperan dalam permasalahan yang sedang diteliti, tetapi penelitian itu sendiri harus bebas nilai dengan prosedur khusus yang dirancang untuk mengisolasikan dan mengeluarkan unsur-unsur subjektif dan mencari kenyataan objektif.
  • Kualitatif : Induktif – melakukan pengamaan dan menarik kesimpulan.
  1. Generalisasi
  • Kuantitatif : Deduktif – diduksi dari teori tentang apa yang diamati.
  • Kualitatif : berasumsi bahwa setiap individu, budaya, latar adalah unik dan penting untuk mengapresiasi keunikan; generalisasi bergantung pada konteks.
  1. Hubungan Peneliti dengan Subjek
  • Kuantitatif : Berasumsi bahwa cara ini dapat menemukan hukuk yang menambah pada prediksi yang dapat dipercaya dan pada kontrol tentang kenyataan / fenomena.
  • Kualitatif : Peneliti secara aktif berinteraksi secara pribadi. Proses pengumpulan data dapat diubah tergantung pada situasinya. Peneliti bebas menggunakan intuisi dapat memutuskan bagaimana merumuskan pertanyaan atau bagaimana melakukan pengamatan. Individu yang diteliti dapat diberi kesempatan agar secara sukarela mengajukan gagasan dan persepsinya dan malah berpartisipasi dalam analisis data.
  1. Nilai Orientasi
  • Kuantitatif : Tujuan peneliti adalah objektivitas, berusaha memelihara pandangan pribadi, kepercayaan, biases dari pengaruh pengumpulan data dan analisis proses. Peranan sampel dalam studi adalah pasif.
  • Kualitatif : Mempercayai bahwa seluruh kegiatan penelitian terikat nilai. Tidak menghindari isu nilai, nilai pribadi dinyatakan secara terbuka dan mencoba memperagakan nilai yang terikat.

Referensi :

Moleong, J. Lexy. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Remaja Rosdakarya

Silahkan Berikan Komentar Anda