TULIS ARTIKELSalurkan Hobi Anda !!! Menulis Artikel Gratis Di Ranah Pendidikan

PERKEMBANGAN PENELITIAN EKSPERIMEN

PERKEMBANGAN PENELITIAN EKSPERIMENPenelitian eksperimen merupakan metode ilmiah yang banyak dilakukan, dan memiliki sejarah yang telah lama berkembang dalam bidang pengetahuan. Bapak penelitian eksperimen adalah Sir Humprey Gilbert (1539-1583) seorang navigator Inggris dan Galileo Galilei (1564-1642) seorang dokter dan ahli perbintangan dari italia.

Gilbert membuktikan kesalahan pandangan Forta, seseorang ahli pada masanya yang menyatakan bahwa besi akan menjadi besi dan berani jika besi itu digosok dengan berlian. Gilbert melakukan eksperimen dengan jalan menggosok besi dengan 95 macam berlian di depan saksi-saksi, dan hasil percobaannya menunjukan bahwa besi tersebut tidak pernah dapat menjadi besi berani.

Perintis penelitian eksperimen yang lain adalah Galilei. Dia membantah hukum Aristoteles (abad ke S.M) yang menyatakan bahwa kecepatan benda yang sejenis sebanding dengan berat benda tersebut. Galilei membuat percobaan dengan melemparkan bola besi yang beratnya berbeda-beda dari atas menara condong Pisa. Kenyataanya, semua bola besi tersebut jatuh dalam waktu yang sama, walaupun bola besi tersebut berbeda-beda beratnya.

Pada awalnya, penelitian eksperimen ini diterapkan pada bidang ilmu eksakta, tetapi lambat laun juga berkembang pada ilmu perilaku, termasuk lambat laun juga berkembang pada ilmu perilaku, termasuk psikologi. Bidang ilmu yang banyak memberi sumbangan bagi berkembanganya psikologi ekspeerimen adalah fisika, kimia dan biologi.

Rintisan psikologi eksperimen telah berlangsung sejak awal abad ke 19, beberapa waktu sebelum psikologi itu sendiri berdiri sebagai cabang ilmu pengetahuan yang terpisah dari filsafat. Cikal bakal psikologi eksperimen telah dimulai sejak Johanes Mueller (1801-1858) yang meneliti sensasi. Berdasarkan eksperimennya, dia menyimpulkan tipe sensasi yang dihasilkan oleh saraf sensasi adalah tunggal sesuai dengan yang dirangsang sebelumnya. Menurut Mueller, orang yang mengarahkan pandangannya ke arah kanank sedapat yang bisa dilakukan untuk melihat warna tertentu, kemudian memejamkkan mata maka tampak bahwa disebelah kiri juga berwarna sama dengan yyang disensasi sebelumnya. Perintis psikologi eksperimen yang lain adalah Hermann von Helmholtz (1821-1984). Dia melanjutkan eksperimen sensasi dengan menghubungkan dengan warna-wana utama.

BACA JUGA  PENELITIAN METODE ILMIAH DAN JENISNYA

Asisten Helmoltz yang bernama Wilhelm M. Wundt (1832-1920) tertarik mempelajari psikologi. Setelah cukup lama berguru kepada Helmholtz, Wundt melakukan studi mengenai sensasi, persepsi, perasan, dan kesadaran. Hasil studinya ditulis dalam beberapa buku, di antaranya psysiologische psychologie.

Salah satu eksperimen yang dilakukan Wundt adalah pengindraan. Dia melakukan eksperimen berdasarkan asumsi akal sehat. Bahwa jika dua stimulus yang berbeda diterima indra kita pada waktu yang sama, maka kita akan menyadari stimulus-stimulus itu pada saat yangsama pula. Untuk membuktikan asumsi ini, Wundt membuat alat “thought meter” yaitu jam bandulan yang dilengkapi dengan jarum dan bel. Jarum diletakkan pada bandulan jam sehingga dapat menabrak bel (dan menghasilkan bunyi). Wundt berkesimpulan kalau ia tidak mendengar suara bel hingga bandulan jam itu telah mulai turun. Selang waktu (sekitar 1/8 detik yang terjadi anatara jarum menyentuh bel dengan suara yang terdengar) rupanya dibutuhkan untuk mencapai attensi sadar.

Pada 1879, Wundt mendirikan laboratorium psikologi eksperimen di Leipizig, Jerman. Laboratorium ini dipandang sebagai laboratorium psikologi formal yang pertama kali ada. Saat itulah ditetapkan sebagai tonggak munculnya pikologi sebagai cabang ilmu tersendiri, dan terus berkembang pesat hingga saat ini.

Perkembangan psikologi sangat pesat melalui berbagai eksperimen-eksperimen yang dilakukan para ahli terhadap perilaku binatang maupun pada manusia. Karya klasik yang sangat kuat pengaruhnya hingga sekarang adalah eksperimen Ivan Pavlov tentang terjadinya perilaku asosiasi (antara bel dan keluarnya air lius) pada anjing, yang akhirnya dikenal dengan teori belajar klasih. Selanjutnya, banyak juga penelitian pada binatang, seperti yang dilakukan Skinner, Hull, dan Tolman (Marx dan Cronan-Hillix, 1987).

Sekarang ini eksperimen telah menjadi metode yang berkembang pesat dan dikembangkan pada berbagai bidang psikologi. Penelitian eksperimen merupakan salah satu jenis penelitian yang paling banyak digunakan oleh akademisi, khususnya lingkungan psikologi, dan sudah lama menjadi bagian psikologi utama.

Referensi :

Latipun. 2011. Psikologi Eksperimen. Malang: UMM Press

Silahkan Berikan Komentar Anda