TULIS ARTIKELSalurkan Hobi Anda !!! Menulis Artikel Gratis Di Ranah Pendidikan

TAHAP-TAHAP PENELITIAN KUALITATIF

Tahap penelitian terdiri dari tahap pra lapangan, tahap pekerjaan lapangan dan taha analisis data.

TAHAP-TAHAP PENELITIAN KUALITATIF

A. Tahap Pra-lapangan

  1. Menyusun rancangan penelitian
  2. Memilih lapangan penelitian : dalam penentuan lapangan dapat mempertimbangkan teori subtantif dan mempelajari seta mendalami fokus serta rumusan masalah peneletian makan jajakilah lapangan untuk melihat apakah terdapat kesesuaian dengan kenyataan yang ada dilapangan.
  3. Mengurus perizinan : pertama yang perlu diketahui oleh peneliti ialah siapa saja yang berwenang memberikan izin bagi pelaksanaan penelitian. Misalnya kepala desa, atau kepala lembaga/istansi. Hal ini perizinan berupa surat dari istansi atau atasan tempat peneliti berasal yang diberikan kepada lembaga atau istansi yang dituju. Setelah izin diberikan dan pengumpulan data selesai maka dianjurkan untuk tetap memelihara hubungan yang baik.
  4. Menjajaki dan menilai lapangan : berusaha mengenal segala unsur ligkungan sosial, fisik, dan keadaan alam sehingga peneliti menjadi bagian anggota kelompok masyarakat yang akan ditelitinya. Misalnya disekolah, desa, kecamatan atau lembaga. Jika peneliti sudah masuk sebagai anggota, ia akan mudah memahami dan menghayati apa yang terjadi d dalam masyarakat atau lembaga tempat penelitian di adakan.
  5. Memilih dan memanfaatkan informan : informan adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian. Jadi, ia harus memiliki banyak pengalaman tentang latar penelitian. Ia secara sukarela menjadi sebagai anggota tim penelitian walaupun hanya bersifat informal. Selain itu dapat membantu peneliti agar banyak informasi yang terjaring dalam waktu yang relatif singkat.
  6. Menyiapkan perlengkapan penelitian : sebelum penelitian dimulai peneliti memerlukan izin, hal lain yang perlu dipersiapkan adalah alat tulis, perekam, video, dan kamera foto. Termasuk juga rancangan biaya penelitian agar dapat terlaksana. Perlengkapan-perlengkapan lainnya dapat disesuaikan dengan jenis penelitiannya.
  7. Persoalan etika penelitian : persoalan etika akan timbul apabila peneliti tidak menghormati, tidak mematuhi dan tidak mengindahkan nilai-nilai masyarakat dan pribadi tersebut. Oleh karena itu, peneliti hendaknya menyesuaikan diri serta membaca baju adat, kebiasaan dan kebudayaannya, kemudia untuk sementara ia menerima seluruh nilai dan norma sosial yang ada dalam masyarakat latar penelitiannya dan meninggalkan budaya sendiri.
BACA JUGA  PERBEDAAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF

B. Tahap Pekerjaan Lapangan

a) Memahami latar penelitian dan persiapan diri

  1. Pembatasan latar dan peneliti : peneliti hendaknya mengenal adanya latar terbuka (seperti tempat berpidato, orang berkumpul ditaman, toko, bioskop, dan ruang tunggu rumah sakit) dan latar tertutup (seperti hubungan peneliti dengan subjek perlu terjalin keakraban karena dilakukan pengamatan langsung dan wawancara secara mendalam.
  2. Penampilan : peneliti hendaknya menyesuaikan penampilannya dengan kebiasaan, adat, tatacara, dan kultur dari latar penelitian. Seperti cara berpakaian.
  3. Pengenalan hubungan peneliti di lapangan : peneliti tidak diharapkan mengubah situasi yang terjad pada latar penelitian. Untuk itu hendaknya ia aktf bekerja mengumpulkan informasi, tetapi sekaligus ia hendaknya pasif dalam pengertian tidak boleh mengintervensi peristiwa dan ikut campur tangan dalam persoalan orang dalam latar penelitian. Ia pun hendaknya tidak menonjolkan diri, jangan memperlihatkan bahwa ia sangat berilmu, pandai dan semacamnya.
  4. Jumlah waktu studi : mengenai pembatasan waktu pada dasarnya adalah peneliti sendirilah yang perlu menentukan pembagian waktu agar waktu yang digunakan di lapangan dimanfaatkan seefisien dan seefektif mungkin.

b) Memasuki lapangan

  1. Keakraban hubungan : membangun rapport (dibaca:rapor) yakni hubungan antara peneliti dan subjek yang sudah melebur sehingga seolah-olah tidak ada lagi dinding pemisah diantara keduanya. Dengan demikian subjek akan sukarela memberikan informasi yang diperlukan oleh peneliti.

c) Berperan serta sambil mengumpulkan data

  1. Pengarahan batas studi : pada waktu menyusun usulan penelitian, batas studi telah ditetapkan bersama masalah dan tujuan penelitian.
  2. Mencatat data : alat penelitian yang penting digunakan adalah catatan lapangan. Catatan yang dibuat peneliti sewaktu mengadakan pengamatan dan wawancara atau menyaksikan suatu kejadian tertentu.
  3. Petunjuk tentang cara mengingat data : peneliti tidak dapat melaluka pengamatan sambil membuat catatan yang baik, tidak dapat membuat catatan yang baik sambil mengadakan wawancara secara mendalam pada seseorang. Alat perekam dapat dimanfaatkan jika tersedia dan subjek tidak keberatan.
  4. Kejenuhan, keletihan dan istirahat : beristirahat secukupnya atau dapat bereakreasi untuk mengganti suasana, apabila kembali bekerja, tubuh dan jiwa terasa sehat dan segar kembali.
  5. Meneliti suatu latar didalamnya terdapat pertentangan : peneliti hendaknya berusaha sekuat tenaga agar dia tetap netral, tidak memihak dan sebisa mungkin untuk menengahi persoalan yang terjadi.
  6. Analisis di lapangan : peneliti kualitiatatif mengenal adanya analisis data dilapangan walaupun analisis data secara intensif barulah dilakukan sesudah ia kembalu ke rumah.

C. Tahap Analisis Data

Referensi :

Moleong, J. Lexy. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Remaja Rosdakarya

 

Silahkan Berikan Komentar Anda