TULIS ARTIKELSalurkan Hobi Anda !!! Menulis Artikel Gratis Di Ranah Pendidikan

TAHAPAN PROSES SELEKSI TENAGA KERJA

SELEKSI TENAGA KERJAHalo sahabat ranah, sering sekali kita mendengar kata kerja. Banyak diantara kita yang mencari pekerjaan dan harus melalui beberapa tahapan seleksi agar dapat diterima dan bekerja pada sebuah istansi atau perusahaan.

 

Menurut Abidin ( 2014) seleksi merupakan proses pencarian karyawan untuk menyeleksi calon tenaga kerja yang dianggap memenuhi kriteria yang sesuai dengan karakter pekerjaan yang dilamar dengan sasarannya, yaitu membuat suatu rekomendasi untuk menolak atau menerima calon tenaga kerja berdasarkan suatu dugaan tentang potensi-potensi dari calon tenaga kerja untuk berhasil dalam bekerja.

 

Tahapan proses seleksi tenaga kerja

Di Indonesia proses penerimaan tenaga kerja berlangsung dalam dua tahapan yang besar, yakni :

A. Tahap I Pencarian Calon Tenaga Kerja

Hal ini dilakukan melalui :

  • Pemasangan iklan, baik media cetak atau media sosial lainnya.
  • Pendekatan langsung ke sekolah-sekolah atau lembaga kejuruan.
  • Para tenaga kerjanya sendiri yang akan mengajukan kenalan atau anggota keluarganya yang dapat mereka jamin “kebaikan” kerja mereka.
  • Pencari kerja melamar sendiri ke perusahaan-perusahaan.

 

B. Tahap II Seleksi Calon Tenaga Kerja

Secara garis besar proses seleksi berlangsung sesuai dengan tahapan berikut :

  • Tahap 1 : Surat-surat lamaran.

Berdasarkan surat lamaran yang diajukan oleh calon, dipertimbangkan apakah ia akan diterima untuk diseleksi pada tahap seleksi berikutnya atau tidak.

  • Tahap 2 : Wawancara Awal.

Calon diwawancara oleh staf bagian sumber daya manusia (SDM), untuk mendapat gambaran umum tentang kesesuaian calon dengan pekerjaan yang ia lamar. Calon diceritakan tentang pekerjaannya, apa yang diharapkan dan apa yang dapat diberikan oleh perusahaan kepada calon. Jika calon tetap bersedia dan dinilai memenuhi persyaratan umum seperti umur tertentu, pendidikan tertentu maka ia dapat mengikuti tahap seleksi ke tiga.

 

BACA JUGA  GEJALA STRES KERJA

 

  • Tahap 3 : Ujian, Psikotes, Wawancara.

Pada tahap ini dibagi menjadi tiga subtahap, yaitu :

a. Calon mendapat ujian tertulis tentang pengetahuan dan keterampilannya yang berkaitan dengan pekerjaan yang dilamar (jika memang pekerjaan mengsyaratkan pengalaman kerja)

b. Calon dievaluasi/asses secara psikologi, yang meliputi pemberian tes psikologi secara kelompok (klasikal) dan secara perorangan dan wawancara.

c. Tahap ini, calon diwawancarai oleh pimpinan unit kerja yang memerlukan tenaganya. Di sini calon diwawancara oleh atasan dari jabatan yang akan ia duduki jika diterima. Atasan dapat melihat seberapa besar pengetahuan dan keterampilan yang telah dimiliki calon tentang pekerjaan yang ia lamar.

Tahap ini dapat terjadi bahwa calon mengikuti semua subtahap, atau hanya megikuti subtahap berikutnya kalau dinilai “memuaskan” pada subtahap sebelumnya.

 

  • Tahap 4 : Penilaian Akhir.

Hasil dari tahap sebelumnya dinilai secara keseluruhan untuk diambil keputusan akhir calon mana yang akan diterima atau ditolak.

Para calon tenaga kerja yang diterima kemudian diminta untuk tes kesehatan umumnnya. Hasi tes kesehatan ini dan hasil-hasil dari tahap sebelumnya kemudian digunakan sebagai dasar penerimaan atau penolakan calon.

 

  • Tahap 5 : Pemberitahuan dan Wawancara Akhir.

Hasil penilaian pada tahap IV diberitahukan kepada calon. Wawancara akhir dilakukan pada calon tenaga kerja yang diterima. Kemudian, diterangkan tentang berbagai kebijakan termasuk gaji dan imbalan lainnya. Jika calon menyetujuinya ia dapat diterima bekerja pada perusahaan.

 

  • Tahap 6 : Penerimaan.

Para calon tenaga kerja memperoleh surat keputusan diterima bekerja pada perusahaan dengan berbagai persyaratan kerja. Adakalanya tenaga kerja diminta untuk menandatangi sebuah surat kontrak kerja.

Dia atas adalah tahapan-tahapan proses seleksi tenaga kerja, semoga dapat memberikan gambaran bagaimana proses rekrutmen dan dapat sebagai informasi bagi mahasiswa psikologi khususnya untuk bidang psikologi industri dan organisasi.

 

Referensi :

Abidin, Zainal. 2014. Buku Ajar Psikologi Industri dan Organisasi. Surabaya: Pustaka Radja

 

Silahkan Berikan Komentar Anda