TULIS ARTIKELSalurkan Hobi Anda !!! Menulis Artikel Gratis Di Ranah Pendidikan

WHO AM I ? ( Menguak Diri Kita Dari Sudut Psikologi )

psikologi sosialHallo Sahabat Ranah,
Sudahkah diantara kalian menemukan jati dirinya? Atau ada yang belum dan bahkan bertanya-tanya. Ketika ada pertanyaan Who Am I? Atau Siapa Saya? Maka jawaban apa yang akan kalian berikan?.

Bagaimana kita mengetahui diri kita, dan seberapa akuratkah? Anda dapat memiliki banyak cara untuk melengkapi kalimat “Saya adalah …………..” Lima jawaban apakah yang anda berikan ?
Misalnya: Saya Andi, saya adalah mahasiswa dan saya berjenis kelamin perempuan. Jawaban yang anda berikan adalah konsep diri anda.

Perlu kita mempelajari konsep diri, agar dapat menjawab pertanyaan “Siapa Saya?”, diantaranya:

1. Kesadaran diri Kita

Aspek yang paling penting dar diri anda sendiri. Anda mengetahui siapa anda, jenis kelamin anda, apa aja perasaan dan memori yang pernah anda alami. Untuk menemukan dimana kesadaran akan diri ini muncul. Beberapa penelitian menunjukkan pentingnya peran hemisfer otak kanan. Tidurlah (dengan anestesi pada arteri karotid kanan anda) dan kemungkinan besar anda akan kesulitan mengenali wajah anda sendiri. Salah satu pasien dengan kerusakan hemisfer kanan gagal mengetahui bahwa ia memiliki dan mengendalikan tangan kanannya (Decety &Sommerville, 2003 dalam Myers, 2014). “Korteks prefrontal medial”, bagian saraf yang terletak di celah antara kedua hemisfer otak tepat dibelakang mata anda, nampaknya dapat membantu anda tetap mempunyai kesadaran atas diri anda sendiri (Zimmer, 2005 dalam Myers, 2014).

Skema diri anda (Markus & Wurf, 1987 dalam Myers 2014) adalah cetakan mental yang membuat kita dapat mengenali diri dunia kita. Keyakinan-keyakinan tentang diri yang mengatur dan memandu pemerosesan informasi yang relevan dengan diri kita. Misalnya: Badan saya gemuk atau memiliki tubuh yang tinggi.

BACA JUGA  APA YANG DIMAKSUD PSIKOLOGI SOSIAL ?

2. Kemungkinan diri

Gambaran tentang apa yang kita impikan atau takutkan mengenai diri kita di masa depan. Hazel Markus dan koleganya (Ingelhart & dkk, 1989; Markus & Nurius, 1989 dalam Myers, 2014) Menyatakan bahwa kemungkinan diri kita meliputi visi-visi kita mengenai dirinya yang diimpikan seperti diri yang kaya, kurus, dicintai dan mencintai.

3. Perbandingan sosial

Bagaimana kita memutuskan apakah kita kaya, cerdas atau pendek? Salah satu caranya adalah melalui perbandingan sosial (Festinger, 1954 dalam Myers, 2014). Mengevaluasi kemampuan seseorang dan opini seseorang dengan membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Kita membandingkan diri kita dengan mereka dan memikirkan bagaimana kita bisa berbeda dengan mereka.

4. Pengetahuan Diri

Pengetahuan diri kita ternyata tidak selalu benar. Kita sering kali tidak mengetahui mengapa kita berperilaku seperti yang kita lakukan mengapa kita berperilaku seperti yang kita lakukan. Ketika penyebab perilaku kita tidak kentara diamati siapa pun, maka kia pun bisa jadi tidak mengetahui penyebabnya. Sebuah ketidaksadaran adalah proses implisit yang mengendalikan perilaku kita mungkin berbeda dari kesadaran kita dan penjelasan ekspilisit dari perilaku. Kita cenderung salah memperkirakan emosi yang kita rasakan. Kita meremehkan kekuatan sistem ketahanan psikologis kita dan kecenderungan menaksir terlalu tinggi keawetan reaksi emosi terhadap suatu kejadian yang signifikan.

Dari uraian di atas kita mulai mengetahui diri kita dan dapat menjawab pertanyaan “Siapa Saya?”. Singkatnya anda dapat menuliskan kelebihan dan kekurangannya pada selembar kertas dari situ dapat diambil kesimpulan bahwa itulah diri anda.

 

Referensi :
Myers, David. 2014. Psikologi Sosial (Social Psychology) Edisi 10 Buku 1. Alih Bahasa Aliya Tusyani dkk. Jakarta: Salemba Humanika.

Silahkan Berikan Komentar Anda